Bupati Jhon: Ambulans Bukan Untuk Angkut Penumpang

Denny/ Cepos
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat  menyerahkan secara simbolis kunci mobil dan motor kepada perwakilan Puskesmas.

Bantuan Kendaraan Operasional Puskesmas Untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

WAMENA – Guna memperlancar pelayanan kesehatan di tingkat distrik yang ada di Jayawijaya, Pemda  memberikan bantuan  kendaraan operasional bagi Puskesmas   yang daerah pelayanannya luas ke kampung –kampung. Bantuan yang diberikan berupa 5 ambulance dan 6 motor, yang bersumber dari  Dana  Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 lalu.

   “Kami ingin pelayanan rujukan dari puskesmas ke rumah sakit itu bisa berjalan baik, dan kendaraan Ambulance ini digunakan untuk pelayanan atau mengangkut ke rumah sakit,” ungkap Bupati Jhon Banua Rouw  usai menyerahkan kunci 5 unit mobil ambulance di lapangan upacara kantor Bupati Jayawijaya senin (28/1) kemarin.

  Ditegaskan Bupati, seringkali ditemukan di jalan ada yang mobil ambulance Jayawijaya  mengangkut penumpang dari Tolikara ke Wamena, maka  pemerintah  sudah  mengambil langkah tegas untuk memberhentikan kepala puskesmasnya. Untuk itu, Kepala Puskesmas yang mendapat bantuan ini jangan mengulangi kesalahan itu lagi.

  “Hari ini kita serahkan 6 unit Mobil, dan motor ada 5 unit, untuk jangkauan puskesmas yang cukup jauh dan yang dekat juga kita akan mengganti kendaraan, karena kendaraannya itu sudah tidak layak dan saat ini telah diserahkan,”tegas Bupati kemarin.

  Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr. Willy E. Mambieuw mengakui jika penyerahan bantuan saat ini dilakukan untuk 5 Distrik yang pelayanan Puskesmas Keliling untuk kendaraan roda 4,  sedangkan untuk puskesmas lainnya juga mendapat kendaraan motor.

  “Untuk roda 4 ini, untuk Puskesmas, Kurulu, Wolo, Papukoba, Asolokobal dan Hom-hom, sedangkan untuk motor ada Kurulu, Elekma, Hubikosi , Wamena Kota , teknisnya dipakai untuk kegiatan imunisasi atau pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit,  dan tidak boleh dipakai untuk kegiatan lain –lain,”jelas dr. Willy.

  Ia menambahkan, untuk penggunaan mobil ambulance untuk mengangkat penumpang itu sebenarnya tidak boleh, secara teknisnya itu bukan mobil angkutan, tetapi mobil untuk pelayanan kesehatan, hanya saja pihaknya belum tahu kendaraan itu miliki Pemda Jayawijaya atau mobil dari tempat lain yang masuk ke Jayawijaya.

  “Secara teknis tidak bisa mobil pelayanan digunakan untuk angkutan umum, kami juga akan menindak tegas kepala puskesmas yang menggunakan mobil pelayanan untuk kepentingan pribadi, atau tidak sesuai dengan peruntukannya,”tambahnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.