Sering Jadi Tempat Selfie, Kampung Nelayan Harus Bersih

Gamel Cepos
SAMPAH LAUT – Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura bersama warga memindahkan karung berisi sampah plastik yang dikumpulkan di perairan tak jauh dari pasar ikan Hamadi, Sabtu (26/1)

JAYAPURA – Penyediaan infrastruktur di Kampung Nelayan yang terbilang baru di Kota Jayapura menjadi buruan warga Jayapura untuk mendatangi lokasi di belakang pasar Hamadi tersebut. Banyaknya warga yang mengunjungi tempat baru menjadi kebiasaan untuk langsung berswafoto atau selfie.

Hanya saja persoalannya di lokasi ini masih banyak ditemukan sampah plastik buangan dari pasar. Kondisi sampah di perairan laut ini memang sangat kotor sehingga menjadi pertaruhan pemerintah kota untuk bisa menyajikan lokasi kunjungan yang bebas dari sampah.

Persoalan sampah ternyata tak hanya di daratan tetapi juga di laut. Kepala Distrik Jayapura Selatan, H Jaya Kusuma menyampaikan bahwa untuk sampah di laut akan menjadi perhatian khusus pihaknya.

“Sampah di laut ini sudah muncul di media sosial dan kami coba cek ternyata betul sehingga langsung kami turun bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta kelurahan dan RT/RW. Program kerja terkait kebersihan di laut akan menjadi perhatian kami,” kata Jayakusuma.

Pihak distrik sendiri lanjut Jaya sudah tiga kali melakukan sosialisasi agar sampah jangan dibuang ke laut, namun karena karakter yang memang belum memahami tentang kebersihan akhirnya sampah dibuang begitu saja.

“Sampah – sampah ini banyak dari pelelangan ikan dan kami memberikan contoh mengangkut sampah agar sama-sama memahami bagaimana laut bersih,” katanya.

Ia meminta masyarakat juga jangan menolak program kebersihan yang dijalankan pemerintah. “Ada upaya membersihkan dan menyiapkan wadah jadi jangan masyarakat justru menolak atau protes,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Ir Ketty Kailola menyampaikan bahwa dengan tempat yang kini menjadi tren dikunjungi warga, mau tidak mau lokasi ini harus bersih. Akan menjadi kurang nyaman ketika foto menyebar namun ada banyak sampah berserakan. “Masyarakat juga harus memahami soal ini, tempat sampah akan kami siapkan sehingga jangan seenaknya buang di laut,” tegasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *