Gara-gara Lilin, Asrama Ludes Terbakar, Di Nabire 82 Unit Rumah Terbakar

KEBAKARAN: Sejumlah warga saat berusaha memadamkan api yang membakar asrama Gereja Reformasi Merauke di Jalan Yoka,  Kelurahan Waena, Distrik Heram, Rabu (23/1) pukul 18.45 WIT. ( FOTO : Tahir/Cepos)

JAYAPURA-Asrama Gereja Reformasi Merauke yang terletak di Jalan Yoka,  Kelurahan Waena, Distrik Heram, ludes terbakar Rabu (23/1) sekira pukul 18.45 WIT.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran yang menghanguskan 22 kamar yang dihuni 18 kepala keluarga serta 8 mahasiswa.

Kebakaran ini diduga berasal dari api lilin yang dibakar di dalam salah satu kamar yang penghuninya sedang tidak berada di dalam kamar.

Kanit Reskrim Polsek Abepura, Ipda Nur Arifin, S.Tr.K., yang ditemui Cenderawasih Pos di lokasi kebakaran menyebutkan dugaan sementara api berasal dari lilin yang berada dalam salah satu kamar yang ditinggal penghuninya.

“Tidak tahu lagi keluar atau ke mana. Tadi menurut para korban menyebutkan api berasal dari salah satu kamar,” ungkap Nur Arifin.

Nur Arifin menyebutkan, petugas pemadam kebakaran dibantu anggota TNI dan Polri serta warga berusaha memadamkan api. “Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 19.30 WIT,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Kelurahan Waena, Kundrat Tukayo menyebutkan, sumber api diduga berasal dari kamar yang ditempati salah seorang penghuni berinisial Oi. Api yang diduga berasal dari api lilin menurut Kundrat dengan cepat merembet ke seluruh asrama hingga ludes terbakar.

“Kurang lebih ada 50 jiwa yang menempati asrama ini. Sebagain besar yang tingal merupakan masyarakat yang berasal dari Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat,” ungkapnya.

Kundrat mengakui, asrama yang terbakar ini belum dilengkapi dengan aliran listruik, sehingga penghuni asrama terpaksa menggunakan lilin untuk penerangan pada malam hari. “Untuk sementara para korban ditampung di gedung Gereja Reformasi Merauke,” tambahnya.

Sementara itu, diduga akibat hubungan arus pendek listrik, sebanyak 82 unit  rumah di Kompleks Pasar Sentral Kaliboro, Nabire ludes terbakar Rabu (23/11) dini hari sekira pukul 00.45 WIT.

Akibat kebakaran tersebut sebanyak 416 jiwa yang berasal dari 115 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal.

Kapolres Nabire AKBP. Sonny Tampubolon menyebutkan, pasca kebakaran sebanyak lima tenda darurat disiapkan untuk menampung para korban kebakaran. Selain tinggal di tenda penampungan, sebagian warga lainnya memilih tinggal di rumah kerabatnya. “Ada juga yang tinggal sementaar di masjid,” ucap Sonny Tampubolon saat dihubungi Cenderawasih Pos, Rabu (23/1).

Secara terpisah Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menuturkan,  sebanyak dua saksi telah dimintai keterangannya untuk mengungkap penyebab terbakarnya 82 unit rumah ini.

Salah seorang saksi bernama  Daeng Gassing mengaku terbangun saat mendengar suara gaduh yang berasal dari samping rumahnya.

Saat hendak akan mengecek sumber kegaduhan, saksi melihat kobaran api yang berasal dari rumah kontrakan milik DP. Saksi langsung bergegas mengetuk pintu rumah milik saksi bernama Ramli Erang (38) yang berhadapan dengan kontrakan milik DP untuk membangunkan warga sekitar.

“Api dengan cepat menjalar ke rumah warga sekitar dan warga yang panik segera meninggalkan rumahnya untuk meminta pertolongan,” ucap  Kamal.

Sekira pukul 03.00 WIT, 1 unit mobil pemadam kebakaran milik Polres Nabire bersama anggota Mapolres Nabire tiba di TKP guna membantu memadamkan api dan mengamankan warga. Api menurut Kamal baru bisa dipadamkan pukul 05.30 WIT.

Terkait dengan kejadian tersebut lanjut Kamal, anggota telah melakukan olah TKP serta melakukan penyidikan dan penyelidikan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kebakaran.

“Kasus ini telah ditangani oleh Polres Nabire, kami mengimbau warga untuk tetap waspada,” pungkasnya. (kim/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.