Banyak Penumpang Belum Paham Penghapusan Free Bagasi

Penumpang Lion Grup saat melakukan check in di Bandara Sentani, sekaligus membayar bagasi pada hari pertama penerapan penghapusan Free Bagasi Lion Air dan Wings Air, Selasa (22/1) kemarin.(FOTO : Yohana/Cepos)

SENTANI – Hari pertama diberlakukannya penghapusan Free Bagasi Lion dan Wings Air, Selasa (22/1) kemarin, sepertinya belum begitu dipahami masyarakat yang merupakan calon penumpang.  Banyak penumpang yang merasa dirugikan karena harus mengeluarkan biaya dobel.

David Aso yang merupakan salah satu penumpang Wings Air Tujuan Wamena mengatakan, pihaknya sangat kaget dengan adanya kebijakan baru yang diterapkan Lion Group.  Sebelumnya dirinya tidak pernah mengeluarkan biaya lebih besar dari pada biaya tiket  dan  kali ini dengan adanya penghapusan free bagasi cukup membuat David harus mencari uang ekstra untuk mebayar bagasi di Bandara Sentani.

“Kami sebelumnya belum mendapat informasi dari para agent travel pada saat membeli tiket. Setelah sampai di Bandara Sentani dan hendak melakukan check in ternyata barang bawaan kami yang tadinya gratis kini harus dibayar. Tentu membuat saya dan kawan-kawan kaget karena biaya yang kami keluarkan untuk pembayaran bagasi sekitar Rp 1,7 juta. kalau ditotalkan kami sudah bisa membeli satu tiket Jayapura-Wamena pp,” ungkap Davit kepada Cenderawasih Pos, Selasa (22/1) kemarin.

Diakuinya, dengan kejadian seperti ini, pihaknya sebagai penumpang merasa sangat dirugikan. Apalagi tiket yang pihaknya beli merupakan tiket rombongan. Seharusnya untuk yang rombongan ada kebijakan khusus yang disediakan pihak Lion Group.

“Kami harapkan ada potongan harga atau kompensasi lainnya yang bisa kami dapat tapi  ternyata tidak. Kalau seperti ini bisa-bisa kami penumpang bisa mencari pesawat lain karena faktor mahalnya biaya bagasi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Soedarmo yang merupakan penumpang Lion Air ke Ujung Pandang bahwa dirinya secara pribadi sangat keberatan dengan kebijakan tersebut. Dengan penambahan biaya bagasi saat ini, bisa-bisa penumpang Lion semua memilih alternatif lain dengan memilih naik Batik atau Garuda.

“Kalau hitung-hitung dengan biaya tiket yang kami keluarkan akan lebih baik kalau satu kali kami naik pesawat yang standarnya lebih lengkap, masalahnya di Lion kan kita tidak dapat pelayanan yang plus-plus seperti makan di pesawat dan sebagainya,” jelasnya.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.