Jayapura Bisa Jadi Pilot Project Pemetaan Wilayah Ulayat

Irenius Liku Bolly SH

JAYAPURA – Terkait persoalan pembangunan patung Yesus di Base G yang bermasalah dan disinyalir karena persoalan ulayat tak hanya dikomentari oleh satu anggota Komisi IV DPR Papua, Boy Dawir. Jika Boy menyoroti soal bentuk kesalahan dalam pembayaran dan mendorong untuk dilakukan proses hukum bagi yang menyerahkan dan yang menerima, komentar lain disampaikan Irenius Liku Bolly SH yang justru mengusulkan agar ada pemetaan secara utuh yang dilakukan pemerintah terkait wilayah adat. Hal ini diyakini banyak manfaat karena akan meminimalisir terjadinya kesalahan pembayaran ataupun saling klaim.

“Saya bercermin dari masalah pembangunan patung Yesus saja, kalau akhirnya salah bayar atau masih ada yang belum tuntas, mungkin sebelumnya bisa dipetakan secara menyeluruh kawasan-kawasan adat beserta pemiliknya,” kata Irenius di DPRP, Selasa (15/1).

Kata Politisi Gerindra yang baru dilantik Jumat pekan kemarin itu persoalan pemetaan akan sangat bermanfaat karena ketika ada pihak yang ingin menggunakan lokasi tersebut maka tinggal membaca dari peta yang sudah dibuat.

“Misal ada investor yang ingin mengembangkan lokasi usaha dan membutuhkan lahan untuk dikembangkan maka ia cukup mencaritahu dari peta tersebut soal siapa sebenarnya pemiliknya,” katanya.

“Dari tiap patokan akan dikonfrontir dengan lokasi di sebelahnya, misal disitu dimiliki empat suku maka keempatnya harus hadir da menjelaskan. Setelah ada kesepakatan barulah dijual. Tinggal dihitung berapa nominal permeter dengan patokan dan bagi yang hanya mengaku-mengaku bisa disepakati untuk dikenakan sanksi adat,” jelasnya.

Dari peta kawasan ulayat ini nantinya menjelaskan suku apa saja yang statusnya sebagai pemilik ulayat dan siapa saja yang layak menerima pembayaran dan wilayahnya dari batas mana hingga batas mana. Ini termasuk hal kecil terait keret agar para tetangga juga bisa menikmati.

“Selain itu dalam pekerjaan saran saya tetap melibatkan masyarakat setempat agar ada rasa memiliki,” pungkas Liku. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *