Bawa Kotak Makan, Botol Minum dan Noken Sendiri

Ketua CPA Hirosi Papua Marshall Suebu saat menunjukkan kotak makan, botol minum dan sapu tangan sendiri sebagai upaya mengurangi sampah yang dimulai dari diri sendiri di Sentani, Jumat (11/1).

Melihat Upaya CPA Hirosi Perangi Sampah dengan Gerakan 3R

Segala upaya dilakukan untuk menciptakan lingkungan bersih dan bebas sampah. Hal ini yang dilakukan oleh CPA Hirosi yang menyerukan aksi sadar terhadap diri sendiri dengan gerakan 3R. Apa itu gerakan 3R?

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memerangi sampah dan membebaskan Kabupaten Jayapura dari sampah, terutama sampah plastik yang tersebar di mana-mana.

Salah satunya adalah gerakan yang dilakukan oleh Club Pecinta Alam CPA Hirosi Papua dengan melakukan gerakan 3R. Apa itu gerakan 3R, pertama reuse (menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama), reduce (mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah), dan recycle (mengolah kembali atau daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Salah satu hal yang terpenting dalam menciptakan budaya hidup tanpa sampah adalah menyentuh dasar dari kebudayaan kehidupan sehari-hari setiap manusia. Seperti mengarahkan perilaku masyarakat yang ramah lingkungan dan bisa peduli terhadap lingkungan.

“Kita mau memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk melakukan 3R yaitu mengurangi sampah (reuse),  menggunakan kembali (reduce) dan mendaur ulang sampah (recycle),” ungkap Ketua CPA Hirosi Papua, Marshall Suebu saat ditemui Cenderawasih Pos di Sentani, Jumat (11/1).

Dalam aksi 3R ini, nanti ada pemuda yang mendatangi warga dengan membawa tempat makan sendiri, membawa botol minum sendiri, membawa tas atau noken sendiri, membawa sapu tangan sendiri dan membawa sampah untuk ludah pinang, ampas pinang dan puntung rokok sendiri.

   Hal ini yang dimulai dari pribadi masing-masing untuk bersama-sama dalam aksi 3R.  Dirinya kasih contoh kalau bawa botol minum sendiri, maka sudah mengurangi satu botol plastik yang bisa mengakibatkan sampah.

Pada saat menggunakan kotak makan sendiri, maka sudah mengurangi kotak makan yang selalu disajikan dalam pertemuan dan pada saat membawa noken sendiri maka sudah bisa mengurangi plastik yang biasa belanja di mall. “Pada saat kita menggunakan sapu tangan sendiri, maka kita sudah mengurangi penggunaan tisu di setiap kegiatan dan lainnya,” ucapnya.

    Jika perilaku 3R ini sudah bisa dijalankan oleh 50 orang generasi yang ada di Kabupaten Jayapura, maka diharapkan 1 bulan atau 3 bulan ke depan sudah bisa mencapai 500-1000 orang.

“Kita berharap ke depan semakin banyak warga masyarakat yang berperilaku 3R dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan setiap harinya,” harap Marshall. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *