Usai Sidang, Terdakwa Kasus Tanah Hitam Dipukul

TENANGKAN WARGA: Aparat kepolisian saat berusaha menenangkan sejumlah warga di depan PN Jayapura usai pemukulan terhadap 3 terdakwa kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Dhani Subhi Nuzli (38) dan Hasmi Rajbun (36), Kamis (10/1).( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA-Tiga orang terdakwa kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Dhani Subhi Nuzli (38) dan Hasmi Rajbun (36) di Tanah Hitam, Abepura, 10 Mei 2018 lalu, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jayapura, Kamis (10/1).

Awalnya persidangan terhadap tiga terdakwa yaitu I (30), W (19) dan A (19) berjalan aman dan lancar. Namun saat ketiga terdakwa hendak dikembalikan ke ruang tahanan sementara di PN Jayapura usai menjalani persidangan, sejumlah warga mendekati ketiga terdakwa dan melakukan penyerangan hingga memukul ketiga terdakwa.

Beruntung aparat Kepolisian yang mengamankan jalannya persidangan langsung bergerak cepat mengamankan situasi. Polisi juga langsung menyuruh warga meninggalkan ruang sidang, sehingga ketiga terdakwa bisa dibawa masuk ke ruang tahanan sementara.

Kuasa hukum ketiga terdakwa, Robinar V. K Panggabean, SH dan Azer Wanma, SH., mengakui adanya penganiayaan trhadap kliennya yang diduga dilakukan sekelompok orang di luar ruang sidang.

Penganiayaan terhadap ketiga kliennya itu tersebut terjadi saat ketiganya hendak dibawa dari ruang sidang menuju ruang tahanan sementara.

“Setelah saya tanya dan cek, mereka bilang betul dan mengaku ada yang pukul saat dikembalikan ke tahanan sementara,” ungkap Robinar kepada Cenderawasih Pos, Kamis (10/1).

Akibat penganiayaan tersebut, Robinar menyebutkan bahwa kliennya berinisial W mengalami luka memas pada hidung dan pipi. “Kami tentunya sangat menyayangkan aksi pemukulan ini. Sebab saya lihat, hidung klien kami ada memar dan berdarah meskipun tidak banyak,” sesalnya.

Terkait penganiayaan ini, Robinar mengatakan, kliennya kemungkinan besar akan melaporkan kasus penganiayaan ini kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

“Setelah dipertimbangkan kembali dengan klien saya, kemungkinan besar kami akan laporkan tindakan pemukulan yang merupakan bagian dari kekerasan terhadap tiga klien kami,” tandasnya.

Sementara itu, dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Matius, SH., dengan agenda pembelaan terdakwa, tim kuasa hukum mengajukan permohonan keringanan hukuman terhadap terdakwa W dan A yang sama-sama dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Marthin Manurung, SH.

“Kami hanya mohon pertimbangan dari ketua majelis, karena dalam fakta persidangan kedua terdakwa W dan A tidak melakukan aksi penyerangan. Sementara, I yang merupakan pelaku utama, kami tidak ajukan meringankan,” ungkap Robinar.(kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *