JNE:  Penerbangan Lebih Utamakan Bagasi Dibanding Cargo

Karyawan JNE sedang melakukan pembongkaran dan pendataan barang para pelanggan, Kamis (10/1) kemarin. (FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Terkait pernyataan dari ASPERINDO (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia.) tentang keterlambatan pengiriman yang terjadi khususnya di Wilayah Timur Indonesia. Supervisor Branch Support JNE Jayapura, Faradilah Iriany Hamzah mengatakan, hal tersebut dikarenakan jasa penerbangan lebih mengutamakan layanan bagasi penumpang dibandingkan cargo.

‘’Hal seperti ini selalu terjadi pada momen peak season seperti Natal, Tahun Baru dan Lebaran. Selain itu pada momen tersebut juga terjadi peningkatan barang yang masuk ke Jayapura jauh lebih banyak dari target yang ditentukan,’’ujarnya kepada Cenderwasih Pos, Kamis (10/1) kemarin.

Diungkapkan, biasa pihaknya layani 1.500-2.500 barang, kini naik menjadi 5.000 barang per hari. ‘’Kemampuan kami untuk pengantaran rata-rata 2.500 barang, namun karena lonjakan barang lebih banyak maka sampai saat ini masih banyak barang yang belum dapat kami antarkan,” kata Faradilah.

Lanjutnya, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya sudah melakukan penambahan karyawan dari pertengahan November. Bahkan sampai sekarang pun masih dilakukan penerimaan karyawan baik yang berperan sebagai kurir maupun karyawan lainnya.

Sementara itu Kepala Cabang JNE Jayapura, Rusmal Jaya menjelaskan, lonjakan barang tersebut dikarenakan barang penumpang tidak hanya dikirim melalui cargo pesawat tetapi juga melalui laut, karena kebanyakan cargo membatasi pengiriman barang ekspedisi karena peak season.

“Sekarang pun kami masih susah mendapat penerbangan, ditambah lagi tarif cargo dinaik dan dilakukan  oleh semua penerbangan sehingga proses pengiriman masih terkendala. Meski demikian kami masih menggunakan harga lama yaitu seperti Jayapura-Jakarta Rp 40 ribu/kg dan Jakarta-Jayapura sebaliknya Rp 88 ribu/kg,” jelasnya.

Diakuinya, berbagai antisipasi telah pihaknya lakukan, mulai dari penambahan kurir hingga lembur, namun sampai saat ini masih ada nasabah yang belum dapat mengambil barangnya.

Oleh karena itu  pihaknya meminta maaf kepada seluruh pelanggan JNE. Semoga memahami kondisi kondisi saat ini.

Sementara itu, Salah satu pelanggan JNE Merry Yarangga mengatakan, pihknya sudah menunggu lebih dari seminggu untuk dapat mengambil barang kirimannya terhitung per 31 Desember 2017 lalu hingga saat ini.

“Kondisi seperti ini selalu kami alami setiap tahunn, dan kami mengerti hal tersebut terjadi karena banyaknya permintaan, namun kami juga berharap kebijakan dari JNE untuk dapat memperhatikan kami pelanggan jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang, ”ujarnya.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *