Dishub Provinsi Undang Lion Group Air Wilayah Papua

Dinas Perhubungan Provinsi Papua menginisiasi pertemuan dengan Lion Air Group Wilayah Papua guna mendapat penjelasan terkait pembayaran bagasi Wings dan Lion Air, di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Kamis (10/1) kemarin.(FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Guna memberikan penjelasan lebih jauh terkait baggage charge (pembayaran bagasi) maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air, Lion Air Group Wilayah Papua menyambangi Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Kamis (10/1) kemarin.

Usai pertemuan keduanya, Areal Manager Lion Air Group Wilayah Papua, Agung Wibowo, menjelaskan bahwa pembayaran bagasi di kedua maskapai tersebut bersifat penawaran, bukan sebaliknya untuk membebani calon penumpang.

Berdasarkan peraturan pemerintah, terdapat 3 kategori penerbangan, yakni full servis, medium servis, dan low cost carrier (LCC) servis. Lion dan Wings Air merupakan maskapai yang masuk dalam kategori LCC, sehingga berdasarkan Pasal 22 poin c Permenhub Nomor 185 Tahun 2015, memang disebutkan bahwa penerbangan LCC itu dapat dikenakan biaya untuk bagasinya. Aturan ini sudah berlaku sejak 2015 lalu. Hanya saja, pihak maskapai baru memberlakukannya per Januari ini.

Lanjutnya, disebutkan penawaran karena jika calon penumpang ingin berangkat dengan tanpa membawa bagasi, maka tersedia opsi maskapai Lion Air, Wings Air, maupun Batik Air. Namun, sebaliknya, jikalau calon penumpang yang berangkat membawa bagasi, maka tersedia opsi maskapai Batik Air dengan free bagasi hingga 20 kg.

“Namun, kami kasih kebijakan untuk connecting flight di Lion Air Group. Contoh dari Wamena ke Jakarta, di mana dari Wamena ke Jayapura menggunakan Wings Air dan dari Jayapura ke Jakarta menggunakan Batik Air, maka secara  keseluruhan, penumpang tetap mendapat free bagasi 20 kilogram bagasi hingga destinasinya di Jakarta,” terang  Agung Wibowo kepada wartawan usai pertemuan di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Kamis (10/1) kemarin.

Namun, terkait dengan pembayaran bagasi ini baru akan efektif berlaku pada 22 Januari mendatang. “Ada permintaan untuk sosialisasi lagi ke masyarakat, sehingga aturan ini dipahami betul, makanya kita tambah waktu sosialisasi hingga 22 Januari nanti. Demikian, penumpang yang kini berangkat dengan menggunakan Wings maupun Lion Air, masih tidak dikenakan biaya pembayaran bagasi, karena kami masih dalam tahapan sosialisasi, Namun, setelah tanggal 22 Januari nanti, kami sudah mulai mengenakan pembayaran bagasi untuk Wings dan Lion Air,” jelasnya lagi.

Di tempat serupa, Kepala Dinas Perhubungan, Reky D. Ambrauw, yang menginisasi pertemuan tersebut membeberkan bahwa penjelasan dari pihak maskapai bersangkutan sangat diperlukan bagi publik.

“Saya undang Lion Air Group Wilayah Papua supaya mendapatkan penjelasan yang juga diketahui publik, sebab, semuanya ini diterapkan berdasarkan ketentuan dan aturan,’’tandasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *