Di Sabron, Seorang Gadis Ditemukan Meninggal di Rumahnya

Humas Polres Jayapura For Cepos
Tim Identifikasi Inafis Polres Jayapura saat mengevakuasi jenazah korban di Kampung Sabron Samon, Distrik Kemtuk, Kamis (10/1).

SENTANI-Seorang gadis bernama Norin Bastiana (17) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Kampung Sabron Samon, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Kamis (10/1) sekitar pukul 09.00 WIT.

Korban diketahui meninggal dunia setelah dua orang saksi melihat sandal korban masih di rumah dan setelah mengecek lewat jendela, ternyata korban sudah meninggal dunia, sehingga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kemtuk untuk ditangani lebih lanjut. Korban diperkirakan meninggal dua hari yang lalu.

   Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon melalui Kapolsek Kemtuk, Ipda, Djumadi saat dikonfirmasi menjelaskan, sebelum kejadian, sekitar sebulan yang lalu, korban pernah menyampaikan kepada saksi 1 bahwa dirinya sedang sakit pada bagian leher samping kiri tepatnya di bawah telinga dan rasa nyeri, sehingga ketika menarik nafas terasa sesak.

Saksi 1 kemudian menyarankan kepada korban untuk berobat di rumah sakit atau Puskesmas Kemtuk, tapi korban menjawab tidak mau dan korban hanya mau berobat di Puskesmas yang berada di Koya, Distrik Muara Tami, karena ibu kandungnya berada di sana.

    “Setelah menyampaikan keluhan sakitnya kepada saksi, sehingga saksi menyarankan agar pergi berobat ke Puskesmas, tapi korban mengatakan akan berobat di Puskesmas Koya,” jelasnya melalui release yang diterima Cenderawasih Oos, Kamis (10/1).

Pada Selasa (8/1) sekitar pukul 07.00 WIT, saksi 1 memberikan keterangan bahwa korban sedang mencuci pakaian di rumahnya dan pada saat selesai mencuci, saksi menanyakan kepada korban mau pergi ke mana dan korban menjawab mau pergi ke rumah mamanya di Koya.

“Kamis (10/1) sekitar pukul 07.00 WIT, saksi curiga karena melihat sandal korban masih ada di depan pintu rumahnya dan mencium aroma yang menyengat dari dalam kamar, sehingga saksi melihat ke dalam rumah dan ketika melihat ke dalam kamar, ternyata korban sudah tergeletak dan tidak bernyawa lagi, sehingga langsung melaporkan kepada kami,” ujar Djumadi.

Djumadi, menyatakan, pihak Identifikasi  Inafis dari Polres Jayapura telah mendatangi TKP dan telah melakukan olah TKP sekaligus melakukan police line. Pihaknya sendiri telah berbicara dengan pihak keluarga dan keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas, sehingga korban tidak dilakukan otopsi, tapi langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Kami koordinasi dengan keluarga korban dan mereka menerima kejadian ini  dan tidak mau korban diotopsi, sehingga kami serahkan jenazah korban kepada keluarga untuk dimakamkan,”tandasnya.

Djumadi, menyampaikan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, tidak ada kekerasan lain yang menyebabkan korban meninggal dunia, korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.

“Sudah kami periksa tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik terhadap korban, korban meninggal karena sakit yang dideritanya,” pungkasnya.(bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *