Tiga Anggota KNPB Mimika Jadi Tersangka Makar

Menggunakan mobil Tahanan Polda Papua dengan pengawalan ketat, tiga tersangka dugaan Makar  tiba di Mapolda Papua, Selasa (8/1).(FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua menetapkan tiga orang dengan inisial Ketua I KNPB Timika YA (28) dan dua anggota KNPB lainnya, yakni  SA (51) dan ED (22) sebagai tersangka atas kasus dugaan Makar di Kabupaten Mimika.

 Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyebutkan, ketiga orang tersangka sebelumnya diamankan oleh personel Polres Mimika saat penggeledahan Kantor Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Timika di Kompleks Sosial, Kabupaten Mimika, (31/12). Selain mengamankan pelaku anggota juga menyita atribut KNPB.

   “ Karena faktor keamanan sehingga ketiga orang tersebut diperiksa di Mapolda Papua, ketiganya tiba di Mapolda Papua (8/1) dengan pengawalan ketat dari aparat,” jelas Kamal di Mapolda Papua, Selasa (8/1)

  Dikatakan,  saat dilakukan pemeriksaan ketiga orang tersebut  didampingi kuasa hukumnya. Dimana ketiganya saat ini dalam pemeriksaan penyidik Polres Mimika dibekap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua terkait Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Keamanan Negara (Makar) yang dilakukan.

  “Niat mereka hendak menaklukan negara atau sebagiannya, atau ke bawah pemerintahan asing atau dengan maksud hendak memisahkan sebagian dari daerah itu. Serta melakukan permufakatan akan melakukan makar, atau barang siapa di muka umum dengan lisan ataupun dengan tulisan menghasut supaya melakukan suatu perbuatan,” terangnya.

   Atas perbuatannya itu lanjut Kamal, yang bersangkutan disangkakan Pasal 106 Jo pasal 87 KUHP Jo Pasal 53 KUHP  Subsider Pasal 110 Ayat (2) ke-2e KUHP Jo Pasal 88 KUHP sehubungan dengan Laporan Polisi Nomor:LP/1075/XII/2018/Res Mimika, Tanggal 31 Desember 2018.

  “Kami tegaskan bahwa di Papua tidak diperbolehkan membentuk organisasi atau menggunakan lambang-lambang lainnya yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, bagi siapa yang melakukan hal tersebut akan diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahwa Papua telah final masuk ke pangkuan Indonesia,” tegas Kamal.

  Dikatakan, terkait dengan Kantor Sekretariat KNPB di Mimika yang disegel lantaran tanah tersebut bukan tanah KNPB, dimana KNPB mendirikan bangunan di tanah milik orang lain.

“Kami tegaskan juga bahwa mereka yang ada di Kantor Sekertariat KNPB Mimika sebagian merupakan pendatang dari beberapa daerah yang ada di Pegunungan, jadi Sekretariat itu bukan hanya ditempati oleh mereka yang berdomisili di Mimika,” pungkasnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *