Lima Pelaku Pencurian 14 Laptop, Diringkus

Tiga pelaku pencurian bersama barang bukti (BB) laptop, saat diperlihatkan dalam kegiatan press release di Mapolres Jayapura, Rabu (9/1). Polisi berhasil ringkus 5 pelaku pencurian 14 laptop di SMP Negeri 5 Sentani.( foto : Yewen/Cepos)

SENTANI-Anggota Polres Jayapura berhasil meringkus lima pelaku pencurian 14 laptop di SMP Negeri 5 Kehiran, Distrik Sentani, Selasa (8/1).

Kelima pelaku tersebut masing-masing berinisial RM (18), ET (14), GM (12), AY (19) dan ES (25). Dari release yang dilakukan Satuan Reskrim Polres Jayapura menjelaskan bahwa kelima pelaku yang diringkus itu terlibat pencurian 14 laptop di SMP Negeri 5 Kehiran Sentani.

   “Setelah mendapat laporan polisi, kami langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan 5 pelaku pencurian 14 laptop di lokasi yang berbeda-beda,” ungkapnya saat menggelar press release di Mapolres Jayapura, Rabu (9/1).

Menurut Oscar, pelaku dalam beraksi terlebih dahulu  menembak kaca jendela sekolah menggunakan senjata angin, kemudian mencabut sisa kaca dan membuka jendela dan masuk ke dalam laboratorium sekolah, selanjutnya mengambil 14 laptop yang ada di dalamnya.
“Dari 14 laptop yang dicuri itu, 13 laptop merk Acer dan 1 lainnya merk yrex serta 5 buah tas laptop,” ucapnya.

Oscar menjelaskan, pihaknya pertama kali menangkap RM yang merupakan dalang dari pencurian itu. Saat ditangkap pelaku sedang berada di kamp tukang bangunan di BTN Kehiran Sentani beserta barang bukti (BB) 1 unit laptop merk Acer. Setelah itu, pihak kepolisian kembali lagi menangkap GM di rumahnya yang berada di Kehiran. Yang menjual atau memasarkan barang curian tersebut berinisial AY dan pelaku penadah berinisial ES.

“Kami juga berhasil menemukan dan mengamankan 9 unit laptop yang berupakan barang bukti (BB) hasil pencurian. Sementara 5 laptop lainnya masih kami cari,”jelasnya.

   Atas perbuatannya, empat orang pelaku masing-masing berinisial RM, ET, GM, dan AY dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara, sedangkan pelaku penadah berinisial ES dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *