Hujan Es di Perbatasan Kabupaten jayawijaya dan Lanny Jaya

Christian Sohilait, ST., M.Si. (Denny/Cepos)

Beda dengan di Kuyawage

WAMENA-Pemkab Lanny Jaya mengklaim hujan es yang terjadi beberapa waktu lalu di Perbatasan Lanny Jaya dan Jayawijaya tepatnya antara Distrik Maki dan Beam bukan siklus embun es seperti yang terjadi di Distrik Kuyawage beberapa tahun lalu yang mengakibatkan banyak orang meninggal dunia.

Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait, ST., M.Si.,  mengakui bahwa hujan es yang terjadi di Distrik Maki dan Beam ini sangat berbeda dengan yang terjadi di daerah Kuyawage. Dimana yang terjadi beberapa tahun yang lalu tersebut berbentuk embun es, sedangkan yang kemarin itu hanya hujan es.

“Ini berbeda dengan di Kuyawage dimana embun es u turun dan membentuk es hingga banyak warga meninggal dunia karena kedinginan. Sementara yang terjadi di dua yaitu Distrik Maki dan Beam hujan es langsung,”ungkapnya, Minggu (6/1) via telepon selulernya.

Sekda Christian Sohilait mengatakan, hujan es yang turun akhir pekan kemarin disertai dengan hujan dan angin yang kencang hingga banyak pohon tumbang. Selain itu, tidak sedikit kebun warga yang rusak.

“Saya sudah perintahkan kepala distrik untuk melakukan penggecekan langsung ke daerah-daerah yang terjadi hujan es. Rencananya besok (hari ini, red) saya bersama asisten dan kepala BPBD Lanny Jaya akan melakukan pengecekan langsung ke sana,” tuturnya.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada korban jiwa. Bahkan masyarakat ada yang keluar foto dan beberapa anak sekolah juga main di atas serpihan es yang turun, Sabtu (5/1) lalu.

“Laporan yang kami terima hanya satu titik dan tidak ada korban jiwa. Intinya ini hanya hujan es biasa dan bukan embun es yang turun beberapa waktu lalu di Distrik Kuyawage. Siklus hujan es ini juga sudah sering terjadi, dimana saat ini  terjadi di perbatasan Lanny Jaya dan Jayawijaya,”jelas Christian

Ia menambahkan, silkus hujan es yang terjadi ini berupa serpihan es yang berbentuk gumpalan bahkan sebesar kelerang di antara daerah Maki dan Beam yang merupakan perbatasan antara Distrik Tiom, Lanny Jaya dan Kabupaten Jayawijaya, terjadi selama kurang lebih 1 jam.

“Saat ini masyarakat beraktivitas seperti biasa dan kita belum ada laporan tentang korban jiwa dan dapat dipastikan tak ada korban jiwa. Meskipun demikian pemerintah akan mengecek ke sana,” pungkasnya. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *