Dijanji Gaji Rp 30 Juta, 3 Remaja Jadi Korban Trafficking

KORBAN PERDAGANGAN MANUSIA: Tiga orang anak di bawah umur yang menjadi korban perdagangan manusia saat dimintai keterangan di Mapolres Nabire, Jumat (4/1) lalu. (Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Tiga orang remaja asal Provinsi Jawa Barat masing-masing berinisial HW (16), AD (17) dan D (18) menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking di Kabupaten Nabire.

Ketiga korban diiming-imingi gaji sebesar Rp 30 juta perbulan oleh pelaku berinisial FA dan B, sehingga mereka nekat dibawa ke Nabire.

“Dari keterangan para korban yang dua diantaranya masih berstatus pelajar dan mereka direkrut oleh FA dan Mami B dengan iming-iming gaji sebesar Rp 30 juta sebulan. Untuk mengelabui petugas, Mami B membuat surat domisili dengan menambah umur AD dan HW menjadi 21 tahun atau usia yang dianggap dewasa menurut KUHAP,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal kepada Cenderawasih Pos, Minggu (6/1).

Ketiga korban menurut Kamal berhasil diamankan anggota Polres Nabire dari salah satu tempat karaoke yang ada di Nabire.

“Kasus ini terungkap setelah salah satu orang tua dari wanita remaja tersebut melapor bahwa anaknya menjadi korban perdagangan manusia, dan dibawa ke Kabupaten Nabire Provinsi Papua ke Mapolda Jawa Barat pada tanggal 31 Desember 2018 lalu,” jelasnya.

Terkait dengan kejadian tersebut lanjut Kamal, FA dan mami B terancam hukuman pidana sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 12 KUHP tentang perdagangan orang dengan ancaman hukuman denda Rp 600 juta dan hukuman penjara selama 15 Tahun.

Ketiga korban menurut Kamal sudah diterbangkan ke Bandung Jawa Barat didampingi anggota Mapolda Jawa Barat. Selaian itu Polres Nabire berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat, mengamankan FA dan Mami B untuk dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *