Lebih dari 1.300 Orang Sudah Lakukan Sirkumsisi

Constant Karma (FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma, memaparkan data di mana hingga akhir tahun 2018, KPA Provinsi Papua telah mencatat lebih dari 1.300 orang yang telah melakukan sirkumsisi dengan metode prepex.

Namun, jumlah ini belum termasuk sirkumsisi konvensional, di mana jika ditambahkan lagi, maka jumlah orang yang sirkumsisi pada umumnya bisa jauh melebihi angka 1.300 tersebut.

“Saat ini sudah mencapai 1.300 orang yang sirkumsisi, baik di Jayapura, Kabupaten Paniai, Wamena (Jayawijaya), maupun yang sekarang berjalan di Kabupaten Nabire dan Merauke,” ungkap Constant Karma kepada Cenderawasih Pos, Minggu (16/12) kemarin.

Sirkumsisi merupakan salah satu metode pencegahan penularan HIV-AIDS yang dinilai dapat sangat membantu ke depan. “Kalau ke depan obat ARV resisten atau mahal sehingga tidak dapat lagi diproduksi, hanya sirkumsisi yang bisa menolong, sehingga HIV tidak melonjak tinggi lagi,” tambahnya.

Hal ini, kata Karma, disampaikan para ahli yang menyebutkan bahwa sirkumsisi merupakan program kunci menekan tingginya penularan HIV. “Sebab, kalau sirkumsisi ini tidak dilakukan, sewaktu-waktu HIV akan bangkit lagi (dengan tingkat penularan yang lebih tinggi lagi),” pungkasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *