Pengedar Sabu Terbesar Ditangkap

Tersangka dengan inisial A  yang berhasil ditangkap saat akan dimasukkan  ke dalam ruang sel tahanan, Jumat (7/12).( FOTO : Sulo/Radar Merauke)

MERAUKE-Pemasok Narkotika jenis Sabu  antar  Provinsi  berhasil ditangkap  di depan  Pos Polisi Ulilin,  Polres Merauke, Selasa (4/12)  lalu. Pemasok Sabu   terbesar berinisial A alias B ini ditangkap saat  anggota Pospol  Ulilin sedang melakukan pemeriksaan secara rutin  terhadap kendaraan dan penumpang dengan tujuan Asiki dan Tanah Merah, Kabupaten  Boven Digoel.    

  “Tersangka saat  itu membawa  12 bungkus sabu sebesar 7 gram dan menaruhnya dalam tas.”ungkap Kapolres Merauke  AKBP. Bahara Marpaung, SH melalui Kasubag Humas AKP. Suhardi dan  Kasat Narkoba AKP. Subur Hartono saat konferensi pers di Mapolres Merauke, Jumat (7/12).

   Saat pemeriksaan,  tersangka mengambil  sabu dalam 12 bungkusan plastik bening  tersebut dan  berusaha menyembunyikannya dengan memasukannya ke dalam celana dalamnya.  “Ketika dilakukan  pemeriksaan, petugas    berhasil menemukan  Sabu sebanyak 12 bungkus  dalam celana dalam yang sedang dipakai tersangka,’’ kata  Kasubag Humas Suhardi.

    Selain 12 bungkus Sabu diamankan,  barang bukti lainnya yang diamankan berupa 1 alat pirek kaca  yang digunakan tersangka menghisap sabu dan 1 unit handphone Oppo F3 warna hitam.

    Sementara  Kasat Narkoba AKP. Subur Suhartono menambahkan bahwa pelaku adalah pengedar Narkotika  kelas besar  yang beroperasi lintas Provinsi dan Kabupaten. Tempat tinggal tersangka di jalan Pangkajenne, Kelurahan  Maccorawalie Makassar, Sulawesi Selatan dan di Merauke, dia tinggal di Jalan Seringgu,’’ katanya.

   Menurutnya, tersangka masuk  dalam daftar  pencarian orang (DPO) Satuan Narkoba Polres Merauke sejak tahun 2017 dan 2018, dimana 4  kasus dengan 5 tersangka  yang sudah diproses dan saat ini sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan  Klas IIB Merauke.

   ‘’Berdasarkan data dan catatan  kriminal  yang ada di Satuan Narkoba Polres Merauke bahwa tersangka A alias B adalah pemasok  terbesar untuk wilayah Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayapura dan kabupaten lainnya di Papua,’’ terangnya.

    Selama 2 tahun  tersebut, tersangka  setidaknya telah  memasok sekitar 200 gram  Sabu ke Merauke. Dimana setiap   bulannya,  tersangka  datang ke Merauke membawa Sabu antara 4-5 kali. ‘’Setiap  datang, tersangka  rata-rata membawa 20-25 bungkus  atau paket besar atau istilah gelon,’’ terangnya.

   Anehnya, menurut pengakuan tersangka, setiap membawa Sabu tersebut tersangka  menyimpannya di kantong  celana depan dan tidak  terekam X-Ray  saat melewatinya.

  Atas perbuatanya  tersebut, tersangka   dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) UU Republik Indonesia  Noor 35 tahun 2009 tentang Narkotika  dengan ancaman  hukuman maksimal seumur hidup atau pidana  paling singkat 5 tahun denda maksimal Rp 20 miliar. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *