APBD 2019 Pegubin Ditetapkan Rp 1,6 Triliun

TANDATANGAN: Suasana penandatanganan berita acara persetujuan Perda APBD Kabupaten Pegunungan Bintang Tahun 2019 di Hotel Grand Allison, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/12), malam. (FOTO : Robert Mboik/Cepos)

SENTANI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pegunungan Bintang (Pegubin) akhirnya  menetapkan APBD Kabupaten Pegunungan Bintang tahun anggaran 2019  sebesar Rp 1,6 triliun.

Ketetapan itu diputuskan melalui rapat paripurna setelah sebelumnya  anggota DPRD Pegubin melaksanakan pembahasan tingkat Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Pegubin 2019.

“Jadi, paripurna yang kami gelar ini dengan agenda pembahasan khusus untuk Raperda APBD tahun anggaran 2019. Hal itu sudah kami bahas selama satu minggu, sehingga pada hari ini kami sudah tetapkan menjadi Perda dengan total sebesar Rp 1,6 triliun yang sudah disahkan oleh DPRD,” kata Ketua DPRD Pegunungan Bintang, Petrus Tekege kepada wartawan usai rapat paripurna, di Hotel Grand Allison, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/12), malam.

Dia berharap, Pemkab Pegunungan Bintang mampu mengelola APBD 2019 yang ditetapkan itu. Tentu kata dia, harapan itu harus  sejalan dengan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat Pegunungan Bintang selama ini.

“Muda-mudahan dengan anggaran yang dialokasikan ini setidaknya bisa menjawab persoalan yang selama ini jadi PR rutin dari tahun ke tahun dan semoga anggaran ini tidak dikembalikan ke kas negara,” harapnya.

Oleh karena itu,  selaku pimpinan dewan dia meminta kepada pemerintah daerah agar anggaran yang telah ditetapkan itu bisa digunakan secara baik. Sehingga satu tahun kedepan ini bisa terserap dengan maksimal dan bisa berjalan tepat waktu.

Lanjut dia, ada beberapa poin penting yang dibahas dan disepakati  dalam pembahasan APBD 2019 itu. Di antaranya,  diperuntukan bidang infrastruktur, belanja rutin atau anggaran rutin, belanja pegawai dan juga banyak diperuntukkan pekerjaan fisik.

“Nah, di fisik inilah yang kami harapkan agar bisa terserap anggarannya sampai dengan akhir tahun. Tidak boleh lagi ada defisit. Kalau yang sekarang inikan defisit masih besar-besaran, maka itu kami tidak harapkan seperti itu terjadi lagi,” jelasnya. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *