Gedung Baru Juga Miliki Helipad

JAYAPURA – Gedung II DPR Papua yang terlihat megah ternyata tak hanya bentuk fisiknya saja tetapi juga fasilitas dan kelengkapan lainnya. Gedung paling tinggi sementara di Jayapura ini dipastikan jauh lebih lega dibanding gedung pertama yang mulai sesak. Bahkan di bagian atapnya akan dibuatkan landasan helipad. Ini juga bagian dari fasilitas tadi. Jika betul demikian artinya di Jayapura ada dua gedung negara yang memiliki helipad, pertama gedung negara di Dok V Jayapura dan kedua gedung baru DPRP.

“Yang pasti  semua disiapkan bukan untuk saat ini tetapi sampai ke puluhan tahun ke depan,” kata salah satu anggota Komisi IV DPR Papua, Boy Dawir di Jayapura, Kamis (6/12). Disebutkan bahwa landasan heli atau helipad ini nantinya digunakan untuk sesuatu yang urgent. Misalnya ada pasien yang dirujuk dari daerah menggunakan heli ketimbang ia harus mendarat di Sentani lalu dibawa menggunakan mobil ke Jayapura dengan waktu yang cukup lama, dengan adanya landasan heli tersebut paling tidak bisa langsung diantar ke tengah kota dan dekat dengan rumah sakit. Jadi mempercepat tiba ke rumah sakit,” jelas Boy.

Namun peruntukkan lainnya bisa juga digunakan oleh Presiden atau Wakil Presiden bersama keluarga termasuk Gubernur dan wakilnya termasuk Kapolda maupun Pangdam. “Jadi peruntukannya seperti itu,” bebernya. Untuk ruangan lainnya kata Boy telah disiapkan sejumlah ruangan yang luas. Boy menyebut DPRP sudah harus miliki gedung baru lantaran gedung pertama dibangun di jaman Belanda pada kepemimpinan Gubernur Acub Zainal. Lalu dengan penambahan 14 kursi ternyata aktifitas terlihat sudah tidak maksimal, sudah sesak.

Lalu ruang rapat juga sudah yang tidak memadahi. “Misal ruang rapat bamus sudah digunakan untuk tempat makan, ruang banggar dan baleg juga juga tidak representatif lagi. Nah gedung baru ini kapasitas untuk gedung Bamus, Banggar dan Baleg juga dibuat untuk mengantisipasi jika jumlah anggota DPR Papua menjadi 100 orang layaknya DKI Jakarta jika. Ini harus dipersiapkan mengingat jumlah penduduk terus bertambah,” ujar Boy. Ruangan Bamus lanjut Boy memang masih bisa digunakan namun ketika sudah mengundang pihak luar maka dipastikan tidak mencukupi.

“Kursinya hanya 40 orang dan sekarang sesak tapi di gedung dua bisa menampung sekitar 100 orang. Menariknya gedung baru ini juga usianya disebut bisa bertahan hingga tahun 2100. “Ia kami berharap anak cucu nanti masih bisa melihat,” pungkas Boy. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *