Diancam dan Dirusak, Petugas Medis Dievakuasi 

Anggota Polres Boven Digoel saat memintai keterangan para warga sekaligus mengimbau agar kejadian pengrusakan  tak terulang lagi, Rabu (5/12). (FOTO : Polres Boven Digoel)

JAYAPURA- Sekelompok masyarakat melakukan pengancaman petugas medis dan merusak perumahan Puskesmas yang berada Kampung Ayumka, Distrik Ambatkwi, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (5/12) kemarin. Karena tidak ada jaminan keselamatan, akhirnya  petugas medis di Puskesmas tersebut dievakuasi sementar waktu ke Tanah  merah, sehingga tak ada lagi pelayanan kesehatan di Puskesmas itu.

  “Pengancaman dan pengerusakan terhadap Puskesmas ini dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan, Sahib Beddu ke Polres Boven Digoel.”ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal yang dikonfirmasi, Kamis (6/12).

  Kamal menuturkan, kejadian tersebut berawal saat Kepala Puskesmas Ambatkwi, Roy Purba, AMK bersama salah satu petugas Puskesmas hendak berangkat menuju Distrik Mindiptana guna belanja bahan makanan. Bersama mereka ada dua masyarakat kampung Anyumka Distrik Ambatkwi bernama Barnabas dan Konstatinus menumpang untuk ikut ke Distrik Mindiptana guna belanja.

  “Tak lama kemudian terjadi keributan di samping perumahan Puskesmas Distrik Ambatkwi tepatnya di rumah Barnabas dan Konstantinus, hingga terjadi pengerusakan terhadap rumah Konstantinus yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Anyumka, Distrik Ambatkwi dan Masyarakat Kampung Tetop, Distrik Iniyandit,” terang Kamal.

  Dikatakan, sekelompok masyarakat tersebut menuju Perumahan Puskesmas Ambatkwi dengan  membawa alat tajam. Sesampainya di depan perumahan Puskesmas Ambatkwi, masyarakat tersebut mengamuk dan marah-marah.

  Hal tersebut   membuat para petugas medis langsung menyelematkan diri ke dalam rumah dinas Puskesmas. Tidak berapa lama, salah satu petugas Puskesmas Ambatkwi bernama Dominikus Mayot keluar untuk menenangkan massa dan menanyakan permasalahan, namun justru masyarakat melakukan pengerusakan dengan cara mengkartapel  hingga mengenai kaca jendela perumahan Puskesmas Ambatkwi.

   Sementara itu, Kapolres Boven Digoel AKBP Yohanes Afri Budi menyebutkan kasus tersebut sudah ditangani oleh Polres Boven Digoel. Polisi  meminta warga untuk tidak terprovokasi. Sementara kondisi Boven Digoel sendiri sampai saat ini kondusif.

  “Persoalan ini merupakan masalah pribadi antara Gregorius dan Konstantianus, akan tetapi karena masalah mis komunikasi  sehingga imbasnya ke Rumah Dinas Kesehatan,” jelasnya.

   Kapolres AKBP Yohanes menghimbau kepada masyarakat supaya isu seperti ini jangan sampai membuat adanya tindakan kriminal karena akan berhadapan dengan hukum. Terkait 16 petugas medis di Pukesmas tersbut, menurut Kapolres,  telah dievakuasi ke kota Tanah Merah dan mendapatkan pengawalan dari anggota Polres Boven Digoel.

  Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Sahib Beddu mengatakan  akibat kejadian tersebut, seluruh petugas medis ditarik dari Distrik Ambatkwi. Hal ini dikarenakan keamanan mereka sangat terancam.

  “Para tenaga medis saya tarik bukan berdasarkan kemauan saya, tapi berdasarkan perintah dari Presiden kepada Bupati agar seluruh petugas kesehatan diutamakan keselamatannya. Dimana dengan cara ini saya amankan semua petugas di Tanah Merah untuk sementara waktu,” terangnya.

  Sahib Beddu belum bisa menjanjikan kapan akan adanya petugas medis yang  kembali ke  Kampung Ayumka, di Distrik Ambatkwi.“Aparat Kampung dan masyarakat apabila ingin kembali adanya petugas kesehatan, agar membuat suatu perjanjian bahwa seluruh petugas medis keamanannya dapat terjamin,” pungkasnya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *