Dari Kucing-kucingan dengan Petugas, Sampai Sembunyikan Identitas Barang Bawaan

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan, Boaz Henry Lumbaa (FOTO : MUSTAKIM/CEPOS)

Berbagai Modus Para Penyelundup Meloloskan Barangnya ke Kota Jayapura

Menyembunyikan identitas barang/komuditi menjadi modus andalan para penyelundup untuk bisa mengelabui para petugas karantina di berbagai tempat penjagaan maupun tempat melintasnya para penyelundup tersebut.

Laporan : Mustakim Ali

SEPERTINYA para penyeludup tidak akan habis akal melihat semakin majunya tehnis penjagaan maupun pengawasan para petugas Balai Karantina untuk mendeteksi semua barang atau komuditi terlarang baik yang didalam daerah maupun dari luar masuk ke wilayah papua. Melihat perkembangan tersebut tentunya para penyeludup akan melakukan Berbagai aksi maupun modus yang dilakukan agar terhindar dari pengawasan para petugas dan berharap bisa meloloskan barang bawaanya tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Drh. Muhlis Natsir, M.Kes melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan, Boaz Henry Lumbaa bahwa ada beberapa modus yang dilakukan oleh para penyeludup tersebut dalam upaya meloloskan barang bawaanya seperti, menyembunyikan indentitas komoditi, memanfaatkan waktu lenggah para petugas bahkan melalui berbagai jasa pengiriman, seperti kantor pos dan kawan-kawan.

“Kalau di pelabuhan jika ada masyarakat yang membawa komoditi terlarang tersebut biasanya turun dari kapal laut setelah semua penumpang sudah turun, dan mereka memantau apakah masi ada petugas yang jaga, jika tidak ada baru mereka bawa barangnya,”kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan, Boaz Henry Lumbaa saat ditemui Cenderawasih Pos di ruangan kerjanya, Kamis (6/12) kemarin.

Namun para petugas tetap tidak kehabisan cara, dimana usai melakukan pengawasaan saat menurunkan penumpang, akan dilakukan pemantauan hingga kapal tersebut meninggalkan pelabuhan, sehingga jika masi ada masyarakat yang masih menyelinap tetap akan diketahui oleh petugas.

Selain itu juga, modus lainnya yang dilakukan oleh penyelundup tersebut adalah, menyembunyikan identitas korban, baik dari nama komoditi, jenis komoditi hingga asal komoditi tersebut.

“Misalnya mereka mengirimkan burung satwa yang dilindungi, dan kalau ditanya petugas jawabnya sarang semut, ternyata didalamnya unggas Papua yang dilindungi, ada juga yang lain kalo diperiksa oleh petugas dan dijawab bahwa komoditi tersebut merupakan asal dari Papua, supaya para petugas tidak mencurigai,”jelasnya.

Padahal entah itu komoditi dari luar maupun di apua, petugas tetap saja melakukan pemeriksaan, jika memang komoditi yang dilindungi tetap saja para petugas akan mengambil sikap untuk menyita.

Sementara itu data hasil penyitaan atas penyeludupan dari januari hingga November 2018, Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura menangkap 6 jenis komuditi, baik yang dari dalam wilayah Papua maupun dari luar negeri.

Adapun dari 6 jenis komoditi tersebut, segala jenis benih tumbuhan sebanyak 118 gram, bahan asal hewan sebanyak 3 kg, jenis bahan asal tumbuhan 1151 kg, unggas atau jenis hewan kesayangan terdapat 17 ekor, biawak peliharaan 1 ekor da nada 16 batang seberat 107 gram bibit batang pisang merupakan komuditi yang didatangkan dari negara Filipina dengan modus melalui media pengiriman barang yakni, kantor Pos.

Sementara untuk proses pelintasan barang atau komuditi tersebut sangat lah mudah bahkan biaya yang dikeluarkan juga tentu relatif murah, dimana pada intinya pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura menginginkan Papua bebas dari berbagai penyakit termasuk flu burung dan rabies yang saat ini sudah dicanangkan di wilayah papua.

“Kalau proses pelintasanya cukup yang bersangkutan meminta dokumen melalui karantina diwilayahnya, dan disitu karantina akan melakukan berbagai tes yang nantinya akan dilengkapi dengan hasil laboratorium, tapi semua jneis komuditi yang dilindungi kami memang tidak mengijinkan untuk melintas dan kami akan tetap melakukantindakan,”katanya.

Oleh sebab itu, dari pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura sangat berterimakasih kepada beberapa instansi terkait atas kerja samanya sehingga bisa menghentikan berbagai komoditi-komoditi i8legal, seperti di wilayah perbatasan, pelabuhan, Bandara, kantor pos dan juga beberapa instansi terkait lainya.

“Hal ini merupakan bentuk sinegritas antara Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura dengan berbagtai mantra dan pihak terkait lainya, dimana dengan tujuan yang sama yakni, membeaskan papua dari bahaya penyakit dan hal lainya yang dapat merugikan masyarakat dan semua yang ada di tanah papua,”tutupnya.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *