Bakal Dibongkar Jika APK di Poros Utama

Ketua KPU Papua  Theodorus Kosay (FOTO DOK CEPOS)

JAYAPURA – Ketua KPU Papua  Theodorus Kosay mengungkapkan bahwa setelah melakukan penetapan daftar calon tetap anggota Caleg, setiap Caleg boleh mempromosikan dirinya lewat berbagai media. Berbagai sosialisasi juga dilakukan terkait aturan main untuk masalah kampanye ini. Hanya hingga kini  masih saja ditemukan Caleg yang tidak tertib terlebih dalam pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di jalur protokol atau jalan utama. “Tidak boleh di poros utama, kan sudah dijelaskan jadi kalau masih membandel ya tanggung sendiri. Terpaksa dibongkar,” kata Theodorus menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Jayapura kemarin.

Sementara kampanye di sosial media, dia menjelaskan, para kandidat maupun parpol harus mendaftarkan akun sosmednya ke KPU dan Bawaslu. “Ini agar kita bisa memastikan pemantauannya,” katanya. Selain itu ia masih menemukan adanya oknum Caleg yang memasang stiker atau baliho di angkutan umum. Ini juga tak boleh kecuali di kendaraan pribadi.

“Termasuk di tiang listrik, itu juga tak boleh,” katanya. Disebutkan juga bahwa Caleg boleh berkampanye di media sosial. Namun tetap dengan kaidah yang tepat. Hanya setiap akun Caleg juga harus didaftarkan agar bisa terpantau. Jika konten akun-akun tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka penyelenggara pemilu akan mengambil langkah-langkah penindakan. Meski KPU belum mengatur sanksi bila ada pelanggaran kampanye di sosmed, namun konsekwensinya akan disesuaikan  dengan Undang-Undang terkait seperti undang-undang  keterbukaan informasi publik.

“Kami tidak mengatur sanksi secara jelas (kampanye di sosmed), tetapi sanksinya itu mengacu pada UU yang terkait, dalam hal ini UU keterbukaan informasi publik,” jelasnya. Untuk penertiban ini kata Theodorus pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh kabupaten dan nantinya KPU Kabupaten Kota yang akan menindak dengan melibatkan Pol PP. “Jadi jangan kaget kalau balihonya ditertibkan, jalan poros harus steril dari APK,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *