5.324 Anak Perempuan Lakukan Hubungan Badan di Bawah Umur

Derek T.  Wouw, M.Si. (FOTO : Robert Mboik /Cepos)

SENTANI-Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jayapura, Derek T.  Wouw, M.Si, mengatakan, selama Tahun 2018, sebanyak 5324 anak perempuan di Kabupaten Jayapura lakukan hubungan badan di bawah umur.

“Dari data yang ada di Kabupaten Jayapura, 5.324 anak perempuan lakukan perwakinan di bawah umur antara usia 15 sampai 16 tahun,” kata Derek T.  Wouw,  kepada Cenderawasih Pos di Kantor Bupati Jayapura, Kamis (6/12), kemarin.

Menurutnya, tingginya angka anak perempuan lakukanHubungan Badan di bawah umur ini disebabkan ada kecenderungan melakukan hubungan badan coba-coba.

“Bulan lalu, kami melakukan pertemuan dengan 50 anak ada di wilayah Sentani dan melakukan pengambilan sampel. Dari 50 anak itu, 70% mengaku sudah melakukan hubungan di luar  pernikahan,”ungkapnya.

Dikatakan, apabila kebiasaan buruk untuk itu terus dilakukan maka dikhawatirkan justru akan terjadi kehamilan di luar nikah. Masalah ini yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jayapura.

Untuk mengatasi masalah itu, pihaknya terus meningkatkan sosialisasi kepada anak sekolah yakni tingkat SMP sampai SMA dan juga kepada orang tua melalui peran kader.

“Kalau hubungan badan di bawah umur itu terus terjadi maka banyak masalah yang dialami oleh yang bersangkutan, mulai dari masalah kesehatan seperti masalah kandungan yang  belum siap akan terjadi pendarahan,” bebernya.

Hal ini juga akan memicu kasus perceraian, penelantaran terhadap anak-anak. Pihaknya berharap melalui peran kader keluarga berencana, persoalan tersebut bisa dikurangi.

Kader diharapkan bisa memberikan pemahaman dan penyuluhan atau sosialisasi  kepada seluruh masayarakat agar lebih memahami standar kesehatan dalam sebuah perkawinan.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *