Uskup Jhon: Jaga Perdamaian dan Dukung Pemerintah

Uskup  Mimika, Mgr. John Philips Saklil, OFM saat memberkati pembangunan Patung Pater Misael Kamarel, OFM di Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya(FOTO : Dok. Panitia for Cepos)

WAMENA – Pemerintah dan masyarakat Intan Jaya mendapat kunjungan dari Uskup Keuskupan Mimika, Mgr. John Philips Saklil, OFM pada akhir pekan kemarin. Dalam kunjungan ini, Uskup Jhon berpesan kepada seluruh umat Khatolik di Intan Jaya untuk hidup damai dan mendukung pemerintah dalam pembangunan.

   Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si mengungkapkan, kunjungan uskup ini dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Paroki St. Fransiskus Xaverius Titigi di Distrik Sugapa, dan pemberkatan patung Pater Misael Kamarel, OFM di Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa.

  “Kami pemerintah mengapresiasi bapak Uskup Keuskupan Mimika yang hadir di tengah masyarakat dan telah meletakan batu pertama pembangunan Paroki Pikigi, dan melakukan pemberkatan patung misionaris pertama di Intan Jaya,” ungkapnya  via selulernya, Rabu (4/12) kemarin.

  Dalam kunjungannya, kata Bupati Natalis Tabuni, Uskup Jhon Philips Saklil berpesan kepada semua umat atau masyarakat Intan Jaya agar menjaga perdamaian. Uskup juga mengingatkan bahwa gereja yang mau dibangun itu bukan dalam artian fisik tetapi dari sisi rohani yaitu gereja umat.

  “Jadi tubuh itu sebagai bait Allah, sehingga uskup mengharapkan seluruh umat menjaga keamanan dan ketertiban dalam rangka mewujudkan kehidupan yang lebih baik,”katanya

   Bupati mengatakan, dalam kesempatan itu uskup juga mengajak masyarakat Intan Jaya untuk tetap melanjutkan semangat dari misionaris pertama, dalam rangka pelayanan dan keselamatan sesama ,

   Kehadiran uskup ini juga untuk  perdamaian  dan pemulihan pembangunan di Intan Jaya. Sebab, insiden beberapa waktu lalu sempat membuat sejumlah fasilitas pemerintahan terbakar. Selain kunjungan, Uskup   Mimika ini, masyarakat Intan Jaya juga akan kedatangan Gubernur Papua, Lukas Enembe pada tanggal 8 atau 9 Desember 2018 nanti.

  “Kami bersyukur karena tokoh gereja ikut membantu kami dalam pemulihan pemerintahan. Dan rencana ada Natal gabungan dan KKR yang akan dihadiri gubernur Papua, sehingga perdamaian itu akan dilaksanakan dengan baik,” bebernya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *