Piutang PLN Capai Rp 76 Miliar

Manager PLN Area Jayapura, John S. Yarangga saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (5/12) siang.( FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA – Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan  Pelanggan (UP3) Jayapura, John S. Yarangga mengatakan, hingga awal Desember tahun 2018, PLN UP3 Jayapura mencatat memiliki piutang Rp 76 miliar. Diungkapkan, Rp 76 miliar terdiri dari pelanggan umum sekitar Rp 36 miliar, TNI/Polri Rp 15 miliar, Pemerintah Daerah Rp 3 miliar, BUMN sekitar Rp 2 miliar dan untuk pelanggan ragu-ragu kurang lebih Rp 16 miliar.

“Piutang dari pelanggan ragu-ragu itu, itu bagi pelanggan yang sudah kami bongkar terus tidak menyelesaikan dan tetap menjadi tanggung jawab PLN. Jadi total piutang kami  Rp  76 miliar,” ungkap John Yarangga kepada awak media, Rabu (5/12) siang kemarin.

Lanjutnya, tunggakan yang dilakukan oleh pelanggan bervariasi. “Ada tunggakan 1-3 bulan itu jumlahnya sekitar Rp 3,4 miliar, tunggakan 3-12 tahun sekitar Rp  4,3 miliar dan di atas satu tahun Rp 24 miliar. Kami terus melakukan penagihan,” ujarnya.

John Yarangga juga tidak sepenuhnya menyalahkan para pelanggan, tetapi justru sering terjadi kesalahpemahaman antara pegawainya dengan para pelanggan dalam memberikan informasi mengenai skema aturan yang ditetapkan.

Ia mengharapkan, agar adanya kesadaran dari para pelanggan untuk menyelesaikan tunggakan tersebut dan meminta kepada pelanggan lain agar tetap membayar tetap pada waktunya, karena pembayaran dari pelanggan merupakan sumber operasional dari PLN itu sendiri.

“Sumber uang kami ada di situ untuk operasional dan harus dikembalikan dalam bentuk tagihan listrik,” katanya.

Untuk memberikan efek jera kepada para pelanggan yang sering melakukan tunggakan. John Yarangga siap memberikan tindakan dalam bentuk pemutusan.

“Jika dalam dua bulan berturut-turut  nunggak, maka kami akan segel. Namum jika tiga bulan maka kami bongkar dan tidak ada kompromi,” tegasnya.

Selain masalah tunggakan, John Yarangga juga menuturkan mengenai pemakaian ilegal yang kedapatan dari pelanggan yang juga sangat tinggi, mencapai Rp 3 miliar.

“Pemakain ilegal di Jayapura juga cukup tinggi. Tahun ini sekitar 2,5 juta KWH yang hilang. Itu setara dengan Rp 3 miliar,”tandasnya.(eri/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *