Keluarga Korban Belum Diizinkan Membesuk

KELUARGA KORBAN: Sejumlah keluarga korban sedang menunggu di depan ruang perawatan RSUD Wamena untuk mendapat izin membesuk keluarganya yang dirawat, Rabu (5/12).( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Tiga orang korban yang mengalami luka tembak dan berhasil selamat dari aksi pembantaian Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, hingga Rabu (5/12) kemarin masih dirawat di RSUD Wamena.

Sejak ketiga korban selamat tersebut dievakuasi dan dirawat di RSUD Wamena, pihak keluarga belum diperbolehkan untuk membesuk

Yohanes Tappi salah seorang keluarga korban yang sempat ditemui di RSUD Wamena mengaku bersyukur dimana keponakannya bernama Jefri berhasil selamat meskipun mengalami luka tembak di kaki.

Yohanis Tappi mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi keponakannya saat ini lantaran belum diizinkan oleh pihak Kepolisian untuk membesuk. Namun menurut informasi yang diperolehnya, peluru yang bersarang di kaki Jefryanto sudah berhasil dikeluarkan.

“Kami dari keluarga bersyukur peluru sudah sudah berhasil dikeluarkan. Namun saat ini kami belum bisa menemui korban yang adalah keponakan saya,” tuturnya.

Sejak korban dievakuasi ke Wamena, Selasa (4/12) kemarin, Tappi mengaku sudah berada di RSUD Wamena sejak Selasa (4/12) malam dan dirinya bertahan hingga Rabu (5/12) dini hari untuk bisa membesuk keponakannya.

“Pagi ini saya kembali, namun belum juga diperbolehkan untuk melihat keadaan korban. Semalam kami sudah ke Polres Jayawijaya meminta waktu 10 detik untuk melihat korban. Namun belum diizinkan dengan alasan korban masih dirawat dan biar tenang untuk mengatasi traumanya. Padahal besar keinginan kami untuk melihatnya,” ucap Tappi yang merupakan kepala tukang pembangunan Puskesmas di Distrik Mbua.

Tappi mengaku sangat ingin melihat kondisi keponakannya meskipun hanya beberapa saat guna menginformasikan kepada keluarga yang berada di Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.

Tappi mengaku pada tanggal 30 November lalu meninggalkan Distrik Mbua, Kabupaten Nduga  menuju Wamena ibukota Kabupaten Jayawijaya  untuk membeli bahan bangunan. Rencananya 1 Desember kemarin, ia akan kembali ke Mbua namun tidak ada kendaraan sehingga rencana itu batal.

“Tanggal 2 saya rencana naik untuk membawa material besi dan balok, pada saat siap untuk berangkat kita dengar ada penembankan di Distrik Yigi di lokasi Gunung Kabo tempat dimana korban bekerja sehingga rencana naik dibatalkan lagi ,”bebernya.

Sementara itu, pikiran Daeng Lenteng kalut. Kabar dari Papua membawa duka. Anaknya, Muh Agus (25) juga disebut salah satu korban pembantaian KKSB.

Warga Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, itu mendapat kabar, anaknya tewas akibat kekerasan KKB di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa, 4 Desember.

Meski kabar terus berdatangan, Daeng Lenteng yakin anak sulungnya itu masih hidup. Sepupu Daeng Lenteng, Zainuddin mengaku sudah berkomunikasi dengan saudaranya yang membawa Agus bekerja di perusahaan konstruksi di Papua.

Namun, dia belum mendapat kabar pasti kondisi terkini Agus. “Baru ada nama yang dikirimkan pihak perusahaan. Saudara saya juga belum lihat jasadnya,” ucapnya.

Meski Zainuddin ragu, dia mengaku tak bisa menyembunyikan perasaannya. Dugaan Agus masih hidup sangat kecil. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, anaknya berada di lokasi saat peristiwa penyerangan oleh KKB terjadi.

Hingga tadi malam, Zainuddin terus berusaha meminta kepastian kabar kemenakannya melalui saudaranya yang berada di Papua. “Memang, kecil kemungkinan Agus hidup. Apalagi, di daftar nama korban yang saya terima, ada nama Agus. Tetapi, nama itu berbeda di KTP. Kalau di KTP-nya tertulis M sedangkan yang saya terima tertulis Muh,” ucapnya, terbata-bata.

Bupati Tana Toraja Nico Biringkaae dan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan ikut geram atas insiden di Papua. Sebagian korban merupakan warga asal Toraja.

Nico terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. Ia berharap seluruh keluarga korban tetap tenang dan bersabar menunggu kabar pasti.

“Kepada keluarga agar tabah dan menyerahkan semuanya kepada aparat. Kepada semua jajaran pemerintah untuk mengikuti perkembangan peristiwa itu untuk memfasilitasi hal-hal yang dibutuhkan terkait korban, ” ungkapnya.

Sementara Kalatiku Paembonan berharap komunitas Toraja di Papua membantu memberikan informasi keberadaan para korban.

“Jika dilihat dari nama-nama yang beredar memang ada beberapa yang diduga dari Toraja. Kita tunggu saja perkembangannya. Kita semua turut prihatin,” katanya.

Nehecsion Belo, teman dekat Joni Arung, kontraktor asal Torut yang disebut-sebut korban dalam musibah itu mengaku sempat berkomunikasi. Joni memang sedang mengerjakan proyek di Nduga.

“Dari berbagai informasi dari teman-teman memang membenarkan kabar itu, hanya saja hingga kini belum ada kabar pasti keberadaannya, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi lagi,” ujarnya.

Kabar terbaru dari Papua membuat keluarga Joni Arung bisa bernapas lega. Warga Tana Toraja, Sulsel,  pekerja proyek di Nduga, Papua itu dikabarkan selamat dari pembantaian KKSB.

Sekira pukul 19.00 Wita, Rabu, 5 Desember, Kepala Badan Kesbangpol Nduga, Robi Popang mengabarkan, Joni Arung salah satu korban yang selamat.

Melalui pesan WhatsApp, Robi mengabarkan Joni ditemukan selamat dalam keadaan  lemas di Pos 7. “Berkat doa kita dan semua. Kabar itu semoga benar. Kami juga sudah mendapatkan kabar seperti itu,” ungkap Robi, adik istri Joni Arung kepada FAJAR melalui telepon selulernya, malam tadi.

Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, mengatakan, juga telah berkomunikasi langsung dengan Robi perihal ditemukannya Joni dalam kondisi selamat. Dia berharap kabar tersebut benar dan terus memantau perkembangan kasus pembantaian oleh KKSB. 

Apalagi, beredar kabar, korban kekerasan KKSB mayoritas warga Sulsel. Beberapa di antaranya asal Toraja.

Victor mengungkapkan, Joni yang bekerja sebagai kontraktor di Papua, sangat dekat dengannya. Hingga saat ini, Victor terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak di Papua, termasuk aparat dan pengurus Ikatan Keluarga Toraja di Papua.

“Saya berharap semua keluarga korban tetap tabah dan sabar. Kita terus ikuti pekembangan dan berharap semua korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” harapnya.  (fia/jo/nat/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *