Januari-Desember, 13 Kasus Kekerasan Ibu dan Anak

Sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik saat menandatangani komitmen stop kekerasan terhadap ibu dan anak yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Bupati Jayapura, minggu pekan lalu.(FOTO: Yewen/Cepos)

SENTANI-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Jayapura merilis dari Januari-Desember 2018, ada 13 kasus kekerasan yang terjadi terhadap ibu dan anak di Kabupaten Jayapura.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Jayapura, Maria Bano saat ditemui Cenderawasih Pos di sela-sela kegiatan peringatan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Jayapura, minggu pekan lalu.

Menurut Maria, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mulai dari Januar-Desember 2018 ini, masing-masing untuk kekerasan terhadap anak 5 kasus dan kekerasan dalam keluarga 8 kasus.

“Banyak kasus kekerasan ini adalah perselingkuhan dan pelantaran keluarga di Kabupaten Jayapura,” ucapnya.

Maria menyampaikan, kasus kekerasan terhadap ibu dan anak di dalam keluarga memang kerap terjadi, namun pihaknya terus melakukan sosialisasi dan kampanye stop kekerasan terhadap ibu dan anak, sehingga dapat mengurangi kasus tersebut.

“Memang untuk menghilangkan kasus kekerasan terhadap ibu dan anak agak sulit, tapi setidaknya kita bisa menurunkan kasusnya. Apalagi kekerasan yang terjadi ini tidak melihat waktu dan status siap dia,” ujarnya.

Maria berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama memerangi kasus kekerasan terhadap ibu dan anak yang terjadi di Kabupaten Jayapura, minimal bisa mengurangi angka kasus tersebut setiap tahunnya. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *