Timsel KPU Diminta Gugurkan Calon yang Bermasalah

Tim Peduli Demokrasi Jayawijaya saat menyerahkan pernyataan sikap kepada anggota Timsel II KPU, di RSUD Abepura, Selasa (4/12).(FOTO : Noel/Cepos)

JAYAPURA – Tim Peduli Demokrasi Jayawijaya meminta meminta tim seleksi (Timsel) II,  calon anggota KPU untuk tidak mengakomodir mantan anggota KPU bermasalah dan calon anggota yang memanipulasi data kependudukan.

“Kami minta sebelum masuk ke 10 besar, dia (calon  yang memanipulasi data kependudukan)  juga harus diberhentikan, karena angota KPU lain yang gugur tidak bermasalah, Jadi timsel harus memberikan hak kepada orang Wamena,” ungkap Korlap Tim Peduli Demokrasi Jayawijaya Anis Lengka usai menyerahkan surat pernyataan kepada Timsel.

Ia meminta Timsel tidak boleh menerima tekanan dari Bupati dan orang lainya, karena harus komisioner KPU ini di isi anak – anak asli Wamena dan Timsel harus netral dan berintegritas. Untuk 10 besar  calon harus transparan terbuka, jangan tertutup dan usulan rekomendasi yang diberikan juga harus ditindaklanjuti.

  “Untuk tahapan  selajutnya di lakukan oleh KPU pusat karena kerja timsel dilihat tidak akan melahirkan figur politk yang baik, jika tidak ada reaksi dari timsel maka dirinya akan melakukan aksi besar -besaran,” paparnya.

   Sementara itu mewakili keterwakilan perempuan calon angota KPU  Yustina Haluk mengaku kecewa dengan apa yang setelah dirinya alami karena keterwakilan perempuan yang direkrut adalah mantan anggota komisioner yang bermasalah dan bukan anak asli Jayawijaya.

  “Keterwakilan perempuan yang tembus hari ini dia bukan anak Jayawijaya dan mereka ini telah memiliki masalah pada berita sebelumnya tapi kok bisa direkrut oleh pansus, kami kira Pansus harus tegas dan independen,” katanya.

  Menanggapi hal ini,  Ketua Timsel Dr Ahmad Rifai Rahwarin mengatakan, Timsel bekerja sesuai Peraturan KPU dan petunjuk teknis KPU. “Kami Timsel ini terdiri dari para dosen ada juga pendeta,  maka kami sangat menjaga nama baik kami, jadi untuk wawancara nanti kami akan tetap ikut pedoman, nanti kami akan cek yang terlibat parpol, dan juga keputusan DKPP cara memberhentikan mantan KPU dan laporan itu, pasti kami akan gugurkan,”ujarnya.

   Sementara itu, anggota Timsel Laos Rumayom menambahkan bahwa dalam menindaklanjuti permintaan masyarakat, ia berharap agar masyarakat dapat menyediakan data atau bukti  tertulis agar hal itu dapat dibicarakan dan menjadi bahan pertimbangan untuk  diproses di tingkat Porivnisi maupun pusat, agar calon yang bermasalah bisa digugurkan.(oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *