Langgar Aturan, Baliho Caleg Dibongkar 

Bawaslu Kabupaten Merauke dibackup Satuan Polisi Pamong  Praja Kabupaten Merauke saat  melakukan penertiban terhadap Baliho Caleg DPRD Merauke yang dipasang di luar zona yang telah disepakati bersama antara KPU-Bawaslu dan Parpol, Selasa (4/12). (foto : Sulo/Radar Merauke)

MERAUKE-   Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten  Merauke  dibackup Satuan Polisi   Pamong Praja Kabupaten Merauke melakukan penertiban terhadap  sejumlah baliho dari para calon legislatif yang tidak mematuhi aturan. Penertiban  ini dipimpin langsung Ketua Bawaslu  Kabupaten Merauke Oktafina Amtop, S.Sos, Selasa (4/12)

Devisi Penindakan  dan Penanganan  Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Merauke Agustinus  Mahuze, S.Pd  ditemui Radar  Merauke di sela-sela penertiban tersebut mengungkapkan, bahwa penertiban yang dilakukan   tersebut sesuai dengan  PKPU Nomor 23 Pasal 34  terkait dengan alat peraga kampanye khususnya para calon legeslatif.

 Dimana, kata Agustinus     Mahuze,  telah ada kesepakatan  antara partai politik dengan KPU dan Bawaslu Merauke  terkait zona larangan  pemasangan alat peraga kampanye. “Jadi sudah ada kesepakatan  antara KPU, Bawaslu dan Partai Politik sehubungan zona larangan   pemasangan alat peraga. Ini harus  dipatuhi  baik oleh Caleg maupun oleh setiap Parpol,’’ jelasnya.

Namun sebelum  penertiban dilakukan,  ungkap  Agustinus Mahuze, pihaknya  terlebih dahulu  melayangkan surat  pemberitahuan kepada  caleg yang bersangkutan  untuk memindahkan alat peraga  kampanye yang dimaksud   ke  lokasi  yang telah disepakati bersama.

 ‘’Dalam waktu  tiga hari setelah pemberitahuan itu disampaikan dan belum ada pemindahan atau diturunkan maka kami  akan menurunkan seperti yang  kami lakukan sekarang,’’ terangnya.    

Agustinus mengaku bahwa penertiban yang  dilakukan merupakan yang kedua kalinya setelah  minggu lalu  melakukan hal yang sama.  Pihaknya juga akan terus memantau dan melakukan penertiban  terhadap baliho atau alat peraga  kampanye dari para caleg yang  dipasang bukan  pada zonasi yang  telah ditentukan bersama.

    Pada penertiban tersebut,   tambah Agustinus Mahuze, sedikitnya   10  Baliho  yang telah diturunkan  karena bukan zonasi yang telah ditentukan. Namun demikian, diakui   Agustinus Mahuze, bahwa dalam  penertiban yang  dimulai sekitar  pukul  10.00 WIT tersebut,  ada salah satu  partai yang melakukan protes karena  baliho dari caleg partai  tersebut ditertibkan.

    Namun  tandas  Agustinus Mahuze, penertiban yang dilakukan ini sesuai dengan  aturan  pemilu yang ada.(ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *