Ini Perbuatan Biadap dan Tidak Manusiawi

Terkait pembantaian pekerja jembatan di Kabupaten Nduga, Ketua DPR Papua, Yunus Wonda  mengaku kaget mendengar informasi tersebut. Namun setelah memastikan, Yunus Wonda menyimpulkan bahwa yang dilakukan oleh pelaku adalah berbuatan biadab. Perbuatan yang tak memandang manusia adalah ciptaan Tuhan.

Yunus menyampaikan ucapan duka dari tragedi kemanusiaan dan mempersilakan aparat keamanan melakukan penyelidikan dan memproses pelakunya. “Itu perbuatan biadap, tidak ada manusia yang berhak mencabut nyawa orang lain. Tidak ada,” tegas Yunus, Selasa (4/12).

Ia melihat korban yang tewas bukan dalam jumlah yang sedikit. Para korban juga datang untuk bekerja, membantu membuka akses daerah yang sulit. “Mereka sedang membangun dan Papua perlu pembangunan dan koneksi harus tersambung agar tak tertinggal dengan daerah lain. Mereka (para korban) tinggalkan keluarga untuk mencai nafkah tapi pulang-pulang jadi jenasah. Itu biadap sekali,” kecam Yunus Wonda.

Ia mempertanyakan mengapa orang tak berdosa harus dihabisi seperti itu apalagi tidak ada satupun yang berhak mencabut nyawa orang. Membunuh kata Yunus tak ada nilai pembenarannya dan kekerasan tak bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah. ”Tidak ada masa depan kalau kita menggunakan aksi kekerasan, catat itu,” beber Yunus.

Namun terkait ini kata Yunus Wonda satu persoalan yang mengakar adalah sudut pandang yang berbeda-beda. Sehebat apapun jika sudut  pandang belum sama maka pasti susah. Karenanya keran komunikasi harus dibuka.

“Ini berpulang pada komunikasi dan kepercayaan. Ini persoalan ideologi, persoalan Papua ini bukan soal makan minum karenanya semua pihak harus bisa memberi rasa aman pada lingkungannya,” imbuh Yunus Wonda.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *