AXA Mandiri Digugat Rp 600 M

Kuasa hukum dari penggugat sedang memberikan keterangan pers terkait gugatan yang dilayangkan ke PT AXA Mandiri di salah satu cafe di Jayapura, Senin (3/12), lalu.(FOTO : Robert Mboik/Cepos)

JAYAPURA-PT AXA Mandiri Finance Service di gugat  ke Pengadilan Klas I A Jayapura  oleh nasabahnya atas nama Haulian Sinaga karena diduga melakukan penipuan. Kepada wartawan kuasa hukum penggugat Kodrat Efendi SH, MH menyatakan kliennya  terpaksa menempuh jalur hukum karena PT AXA Mandiri, di nilai tidak telah melakukan penipuan karena tidak melaksanakan kewajiban harus diterima oleh nasabah AXA Mandiri.

Dia menjelaskan, asuransi Mandiri investasi prestise merupakan solusi perencanaan keuangan berupa perlindungan asuransi jiwa unit link untuk tujuan keuangan jangka panjang dengan instrumen finansial yang memberikan keamanan perlindungan risiko hidup serta menjadikan sebagai warisan terbaik untuk nasabah private pernyataan tersebut hanya sebagai slogan belaka Dan tidak bisa diwujudkan dan diimplementasikan. Penggugat ini sudah lama menjadi nasabah bank Mandiri maupun sebagai nasabah AXA Mandiri namun masih saja pingpong dan bahkan sudah membayar premi melalui pemotongan langsung Bank Mandiri dari rekening penggugat Sampai dengan saat ini penggugat belum mendapatkan polis yang seharusnya bagi semua Nasabah termasuk penggugat.

“Dalam prosesnya ternyata AXA Mandiri tidak sesuai dengan tujuan berdirinya perusahaan itu,” kata Kodrat Efendi.  “Klient saya sudah lama menjadi nasabah Bank Mandiri maupun sebagai nasabah AXA  Mandiri,masih saja di persulitkan dan bahkan sudah membayar premi melalui pemotongan langsung Bank Mandiri dari rekening klient saya, tapi sampai dengan ini  belum mendapatkan polis yang seharusnya diterima bagi semua Nasabah termasuk klient saya. Hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan perusahaan,” katanya

  Lanjut dia, pihaknya sangat kecewa dengan PT AXA Mandiri, karena tidak sesuai dengan Slogan mereka yang ingin mewujudkan  keinginan nasabah dalam mempersiapkan perencanaan serta perlindungan terbaik untuk menyambut masa depan yang pasti.

“Kata-kata ini hanya sebatas slogan yang tidak bermakna karena dalam kenyataannya klien saya mengalami kesulitan dan hambatan dalam pelayanan untuk mendapatkan polis yang diinginkan sesuai dengan janji dan komitmen AXA Mandiri kepada klien saya,” katanya

Dia menjelaskan sehubungan dengan gugatan ini Pada tanggal 14 Agustus 2014 kliennya mendatangi Bank Mandiri dan PT AXA Mandiri di Jalan Ahmad Yani Jayapura Papua untuk menanyakan dan sekaligus ingin menambah polis asuransi di PT Bank mandiri AXA Mandiri. Yang mana sebelumnya pada tahun 2010 kliennya juga telah menjadi nasabah dan pemegang polis PT AXA Mandiri

“Klien kami mendatangi PT AXA Mandiri  untuk menambah dan mengikut sertakan tiga orang anak  untuk dua  jenis asuransi atau Polis  yaitu jaminan kesehatan dan asuransi investasi. Dengan demikian menjadi 6 polis asuransi yang akan saya dapatkan bersama anak-anak saya,”ujarnya

Oleh karena itu PT AXA Mandiri dituduh telah melakukan penipuan yang dilakukan secara korporasi. Sehingga PT AXA Mandiri dan Bank Mandiri harus bertanggung jawab atas kelalaian tersebut karena tidak menerapkan prinsip keahlian perhatian dan kecermatan dan melayani atau bertransaksi dengan pemegang polis dan tertanggung atau peserta rugikan penggugat.

“Karena dilakukan secara korporasi sehingga layak dan patut mendapat ganjaran sesuai pasal 82 undang-undang nomor 40 tahun 2014 yaitu pidana yang dijatuhkan terhadap korporasi adalah pidana paling banyak Rp 600 miliar dan harus dibayar setelah adanya keputusan pengadilan,” tegasnya.  Cenderawasih Pos mencoba menghubungi pihak AXA Mandiri namun hingga  saat ini belum mendapat pernyataan dari pihak AXA Mandiri (roy/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *