Insentif  ASN Belum Dibayar, Dinkes Keerom Dipalang

Sejumlah ASN Kesehatan saat melakukan aksi pemalangan terhadap Kantor Dinas Kesehatan  Keerom, Senin (3/12).(FOTO: Noel/Cepos)

KEEROM – Setahun tidak ada kepastian jawaban pembayaran insentif bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan, RSUD Kwaingga, Puskesmas dan Pustu di Kabupaten Keerom ,  akhirnya  nekad melakukan  aksi pemalangan  Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Senin (3/12).

  Puluhan ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom sempat mendatangi DPRD Keerom, namun kembali  menuju ke Kantor Bupati Keerom, sebelum para  ASN Dinas Kesehatan diarahkan ke  Aula Kantor Bupati untuk dilakukan pertemuan.

  Kordinator aksi Corneles mengungkapkan bahwa   hampir 1 Tahun 2018, insentif bagi para ASN Dinas Kesehatan ini tidak dibayarkan.  tidak dibayarkan. Menurut keterangan dari Dinas Kesehatan bahwa tidak ada pembayaran insentif bagi ASN, terkecuali Dokter Spesialis dan Tanaga Honor atau Kontrak. Karena itu, para  ASN ini mempertanyakan kepada Pemda Keerom.

  “ Tahun 2017  lalu ada pembayaran Insentif bagi ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, tetapi sampai saat ini kami belum dibayarkan dan telah hampir satu tahun. Yang menjadi pertanyaan, Dokter Spesialis dan tenaga Honor kesehatan dibayarkan, tetapi kami ASN tidak dibayarkan. Makanya kami melakukan aksi demo,”ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Keerom, Selasa (3/12).

  Terkait dengan tuntutan mereka ini, maka mengancam untuk sementara pelayanan kesehatan tidak ada, baik itu di RSUD Kwaingga, Puskesmas maupun Pustu. “Mulai saat ini kami mogok, hingga adanya jawaban yang pasti dari Pemkab Keerom. Yang melaksanakan tugas hanya Dokter dan tenaga honor, sedangkan yang mogok kerja adalah ASN. Kami tetap menuntuk agar insentif ASN harus dibayarkan,”tegasnya.

   Sementara itu Sekda Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM mengemukakan, surat yang dibuat ASN Kesehatan terkait insentif bagi ASN Non Dokter yang tidak dibayarkan baru diterima  beberapa hari lalu dan surat tersebut telah disampaikan ke Bupati.

  “Saya sebagai Sekda, tidak berani memberikan keputusan hari ini kepada seluruh ASN Kesehatan, karena itu bukan kewenangan kami. Saya akan berjanji Bupati datang saya akan sampaikan persoalan ini,”ujar Sekda pada pertemuan itu.

  Untuk itu diharapkan seluruh ASN non Kesehatan dapat bersabar dan akan menyampaikan ke Bupati apabila telah kembali ke daerah setelah melaksanakan tugas. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *