31 Pekerja Jembatan Dikabarkan Tewas di Nduga

JAYAPURA-Sebanyak 31 orang pekerja proyek pembangunan jembatan yang dikerjakan PT. Ista Karya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga dikabarkan tewas dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, 24 orang dibunuh, Sabtu (1/12) dan 7 orang dibunuh, Minggu (2/12). Sementara itu, satu orang pekerja dikabarkan melarikan diri.

“Dari informasi masyarakat yang kami dapatkan di lapangan, delapan orang awalnya menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD. Namun anggota KKB menjemput mereka, tujuh orang dibunuh dan satu orang melarikan diri dan hingga saat ini belum ditemukan. Besok (hari ini-red) saya akan ke TKP,” ucap Kamal saat dikonfirmasi, Senin (3/12) malam.

Dikatakan, sampai saat ini personel gabungan TNI-Polri belum bisa tembus ke lokasi kejadian. Hal ini dikarenakan anggota KKB memalang jalan dengan cara menumbangkan pohon-pohon.

Kamal menuturkan, sebelumnya pada Sabtu (1/12) sekira pukul 20.30 WIT, Cahyo selaku Project Manager PT. Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema- Mugi mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi. Namun dalam percakapan itu, Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

“Jhoni ini koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi, yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi dan Kali Nigidirik di Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Terakhir PPK Satker PJN IV PU Binamarga wilayah Habema-Kenyam, Monang Tobing melakukan komunikasi melalui SMS dengan Jhoni, Jumat (30/11) lalu,” bebernya.

Kamal mengatakan, informasi dari Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena menyampaikan bahwa pada tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT tercatat 1 mobil Mitsubishi Strada dengan supir bernama MS dengan muatan BBM jenis solar milik PT. Istaka Karya menuju kamp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Pada 1 Desember 2018 pukul 02.00 WIT lanjut Kamal, tercatat 2 mobil menuju ke kamp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya.

Sementara pada tanggal 2 Desember 2018 pukul 20.00 WIT., satu unit mobil Mitsubishi Strada kembali ke Wamena. Kemudian pada Senin 3 Desember 2018, 1 mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga. “Dari informasi yang kami dapatkan, 1 mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena,” jelas Kamal.

Mendapat informasi 15 pekerja proyek belum kembali, maka Senin (3/12) sekira pukul 15.30 WIT personel gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP. R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga. “Namun saat tiba di Km 46 , tim bertemu dengan salah 1 mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan diblokir oleh KKB,” terang Kamal.

Adapun tindakan Kepolisian yang dilakukan menurut Kamal, melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pengecekan tentang informasi tersebut. Saat ini pihaknya juga selalu siap melakukan evakuasi terhadap para korban dan menangkap para pelaku.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura, Ir. Osman H. Marbun, MMT saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos menyebutkan pihaknya telah mendapat kabar terkait dengan kejadian yang dialami oleh pekerja proyek PT. Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Kabar tersebut menurutnya didapat dari pihak keamanan dan juga laporan dari staf. Hingga tadi malam osman marbun mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak keamanan.“Sementara proses pengerjaan jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga dihentikan,” jelasnya.l

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin melalui pesan singkat di WhatsAp kepada Cenderawasih Pos, tadi malam menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengecek kejadian yang terjadi di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *