Usai Diperiksa, 44 Orang Dipulangkan

RAZIA: Anggota Polri saat melakukan razia gabungan di Muara Tami dalam rangka cipta kondisi, Sabtu (1/12).

*Di Muara Tami, Motor Tak Bertuan Hingga Kupluk Motif BK Diamakan

JAYAPURA-Sebanyak 44 orang diamankan polisi saat melakukan aktivitas yang dianggap berseberangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sabtu (1/12). Puluhan orang yang diamankan di beberapa titik di wilayah hukum Polres Jayapura Kota ini sempat menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya dipulangkan, Minggu (2/12) kemarin.   

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota mengatakan, pemulangan tersebut dilakukan setelah penyidik Satuan Reskrim Polres Jayapura Kota mendata dan memintai keterangan terhadap 44 orang tersebut, terkait dengan keterlibatannya dalam aktivitas yang dianggap berseberangan dengan NKRI.

“Sebanyak 44 orang tersebut kami amankan di daerah Abepura dan Dok IX. Selain mengamankan 44 orang, anggota juga mengamankan barang bukti berupa spanduk bermotif bintang kejora, bendera bintang kejora, dua spanduk bertuliskan  United Liberation Movement For West Papua dan barang bukti lainnya,” tutur Jahja kepada Cenderawasih Pos, Minggu (2/12).

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, sejak Jumat (30/11) malam personel gabungan TNI dan Polri sudah melakukan patroli terkait dengan 1 Desember. Selain melakukan patroli, beberapa personel gabungan juga berjaga-jaga di kantor MRP.

Sementara itu, Pelaksana Tugas  Kepala Sekertariat Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua  Frits Ramndey mengatakan, terkait dengan puluhan orang yang diamankan di beberapa titik yakni Perumnas, Lapangan Trikora dan Dok IX dalam keadaan baik  saat diamankan di  Mapolres Jayapura Kota. “Saat diamankan di Mapolres Jayapura Kota, 90 persen kondisi mereka dalam keadaan baik. Saya sudah menemui mereka karena itu bagian dari tugas Komnas HAM,” jelasnya saat ditemui wartawan di Mapolres Jayapura Kota, Sabtu (1/12).

Dikatakan, momen 1 Desember bukanlah hal baru di Papua. Namun dari pantauan Komnas HAM sendiri, aktivitas masyarakat pada Sabtu (1/12) berjalan sebagaimana biasanya.

“Secara keseluruhan, situasi 1 Desember tidak membuat orag menjadi trauma di Papua. Dan  penanganan polisi sudah maksimal, sebab jauh hari anggota sudah mengantisipasi hal ini,” terangnya

Dari pantauan Komnas HAM menurut Frits, laporan yang diterima di beberapa kota seperti Surabaya, Ambon, Jakarta dan Ternate juga melakukan hal yang  sama oleh mahasiwa Papua yang ada di daerah tersebut.

Frits mengaku, terkait dengan 1 Desember. Jauh hari komnas HAM sudah memintai kepada pihak Polda Papua untuk memberikan  intruksi kepada Polres Jajaran agar melakukan pendekatan-pendekatan dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, razia dalam rangka cipta kondisi dilakukan anggota gabungan TNI-Polri di wilayah hukum Polsek Muara Tami, Sabtu (1/12).ang dilakukan di Jalan Raya Abepura-Aros, diamankan beberapa barang terlarang. Adapun barang yang diamankan oleh Kepolisian Sektor Muara Tami yang diback up anggota Pos TNI – AL dan Satgas Pamtas 328/DGH yakni 11 unit kendaraan tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan, dua botol vodka robinson, sebilah badik dan satu kupluk motif bendera bintang kejora.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Muara Tami AKP D. Pieter Kalahatu menyebutkan, razia yang dilakukan tersebut menjelang hari Natal dan Tahun Baru dengan melibatkan 20 personel gabungan.

“Razia yang kami lakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan demi kenyamanan masyarakat itu sendiri. Apalagi mau Natal dan Tahun Baru,” ucap Kapolsek Pieter Kalahatu.

Dikatakan, terkait dengan 11 unit kendaraan roda  dua yang diamankan hingga saat ini masih diamankan di Mapolsek Muara Tami guna dilakukan pendataan dan dikroscek. Pasalnya, saat kendaraan tersebut diamankan, pengendara tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan. “Kalau menunjukan surat kendaraan ya otomatis kendaraannya langsung kami berikan kepada yang bersangkutan saat itu juga,” terangnya.

Razia seperti ini menurut Pieter Kalahatu kerap dilakukan guna menjaga ketertiban Kamtibmas di wilayah hukumnya.

 Sementara itu dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, di wilayah Jayapura dan Abepura, Polisi juga melakukan razia gabungan dalam rangka cipta kondisi di wilayah Polres Jayapura Kota dan Polsek Jajaran. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *