Tanam Pohon untuk Jaga ketersediaan Air

Sulo/Radar Merauke
Kepala BWS Papua Merauke Nimbrot Rumaropen, ST, MT saat  melakukan penanaman  pohon di kompleks Sekolah Satap Wasur Merauke, Sabtu (1/12)

  MERAUKE –   Memperingati HUT Pekerjaan  Umum ke-73,  Balai Wilayah Sungai (BWS)  Papua Merauke melakukan penanaman   pohon dipusatkan dilingkungan Sekolah Satap   Wasur Merauke, Sabtu (1/12).

       Dalam penanaman  ini, sekitar  600-an pohon  buah-buahan  disediakan  oleh pihak BWS  Papua Merauke untuk ditanam.

Kepala BWS Papua Merauke Nimbrot  Rumaropen, ST, MT, mengungkapkan, penanaman  pohon ini  tak lain adalah  dalam rangka menjaga ketersediaan air. Sebab, diketahui, pohon   selain memberikan kesejukan dan sumber oksigen bagi manusia, pohon   juga mencengah banjir dan dapat menyediakan air. Sebab, pohon  dapat menyimpan air.

     ‘’Kenapa  kita laksanakan di sekolah, tujuannya  untuk mengajak  anak-anak  sekolah  sebagai  generasi masa  depan  untuk tetap mencintai alam, menjaga alam  dan dapat ikut menanam pohon  untuk daerah-daerah yang  tidak ada pohon,’’ terangnya.     

Nimbrot  Rumaropen  menjelaskan bahwa dalam penanaman  ini,  pihaknya menyediakan lebih dari 600-an pohon yang menghasilkan buah yang dapat dimakan seperti mangga,  rambutan, manggis,    alpukat  dan sebagainya.

Sementara itu,   Staf Ahli Bupati Merauke  Drs Agustinus Joko Guritno, M.Si,    menjelaskan bahwa penananam pohon ini sebagai salah satu upaya bersama dengan masyarakat  untuk melestarikan  pohon dan alam sekaligus menghijaukan tanah-tanah yang tandus.

‘’Ini juga sebagai bentuk   edukasi kepada masyarakat  dan kepada anak-anak kita di sekolah ini untuk melakukan hal-hal yang penting dalam melestarikan  alam  di Merauke,’’ katanya.

     Mendidik masyarakat, kata Joko Guritno merupakan salah satu tugas  pemerintah, seperti yang dilakukan saat ini. Sebab alam yang kita tempati  ini  cenderung rusak dan dirusak baik segaja maupun tidak disegaja.  ‘’Oleh sebab itu, proses  rehabilitasi terus kita dan upayakan supaya  kita bisa hidup ditengah-tengah  alam yang segar dan nyaman  dan menghasilkan udara  yang sehat,’’ jelasnya.   

     Joko Guritno  juga meminta agar pohon  tersebut tidak hanya ditanam, namun juga dijaga dan dirawat  dan bisa bertumbuh dengan baik,   sehingga bisa menghasilkan buah. (ulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *