Pedagang Pasar Youtefa Keluhkan Pungli

Robert mboik/ CePos
Para pedagang sayur dan buah di Pasar Youtefa mengeluhkan adanya dugaan prakti pungli dalam penempatan lapak/tempat penjualan di Pasar Youtefa saat kunjungan  Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru, Sabtu (1/12).

JAYAPURA-Puluhan pedagang sayur yang berasal dari Kabupaten Keerom dan sekitarnya, menyampaikan keluhannya kepada Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM. Pasalnya, lapak jualan yang mereka tempati saat ini  dibebani biaya yang sangat besar, mulai dari kisaran Rp 35 juta hingga Rp 55 juta.

   Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Rustan Saru, Sabtu (1/12) pekan kemarin,  nampaknya menjadi kesempatan bagi para pedagang untuk mengungkapkan secara langsung semua keluhan mereka yang mencari penghidupan dengan berjualan di Pasar Youtefa ini.

  Para pedagang ini, menduga praktek pungli ini   dilakukan oleh oknum Kepala Pasar yang   menjabat saat ini. Mengenai masalah itu, sejumlah pedagang sayur dan buah menyebutkan praktek pungli ini sudah berlangsung lama sejak   pejabat sebelumnya. Masyarakat  atau para pedagang ini mengaku tidak tahu menahu mengenai penerapan aturan tersebut,  sehingga terpaksa hanya menuruti aturan yang diterapkan oleh para oknum Kepala Pasar itu.

  “Dia (kepala pasar.red) bilang kalau kami tidak membayar uang itu maka kami harus keluar dari sini. Katanya masih ada orang lain yang siap membayar di atas Rp 80 atau Rp 100 juta. Makanya kami terpaksa bayar uang itu supaya tetap berjualan di sini,” kata ibu Pribadi kepada koran ini di Pasar Youtefa, Sabtu (1/12).

  Para pedagang ini berharap kepada pemerintah kota Jayapura melalui instansi terkait agar bisa memberikan kepastian dan ketegasan mengenai penerapan aturan yang diberikan oleh Kepala Pasar itu. Sebab aturan mengenai pembayaran uang puluhan juta itu sangat merugikan mereka dan dinilai terlalu tinggi. Sementara di satu sisi, mereka juga harus membayar retribusi setiap bulannya sekitar Rp 700 ribu.

  “Kami berharap Pemerintah Kota Jayapura supaya jangan menutup mata dengan persoalan ini, harus dicari tahu dari mana mereka menerapkan aturan itu? kenapa sampai mereka mau memungut uang uang dengan jumlah yang sangat besar seperti itu?” cecar ibu Pribadi yang didukung para pedagang lainnya.

  Sementara itu Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru yang ditemui Cenderawasih Pos di sela-sela kegiatan dialognya bersama para pedagang pasar di Pasar Youtefa pada saat itu,  mengaku pihaknya belum mengetahui dasar  penerapan aturan tersebut. Di hadapan para pedagang dia menegaskan akan memanggil oknum Kepala Pasar guna mempertanggungjawabkan kebijakan dan penerapan aturan yang sangat tidak sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kota Jayapura.

  Pada kesempatan itu pula dia meminta kepada seluruh pedagang untuk segera melaporkan atau menginformasikan kepada Pemerintah Kota Jayapura jika oknum Kepala Pasar masih memberlakukan pungutan liar terhadap tempat atau lapak jualan yang ditempati oleh para pedagang. “Saya akan panggil yang bersangkutan mungkin hari Senin besok untuk mempertanggungjawabkan kebijakan yang diterapkan itu,” tegasnya. (roy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *