Jaga Kabersamaan, Ribuan Umat Ikuti Parade Lintas Agama

Tampak peserta parede lintas agama membawa sejumlah atribut agama serta foto tokoh yang dijadikan teladan dalam agamanya, di Biak, Sabtu (1/11) kemarin.

BIAK-Semangat untuk menjaga kerukunan antar umat beragama bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti kegiatan aksi damai parade kebhinekaan (lintas agama), di Biak, Sabtu (1/11) kemarin. Parade yang digelar dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) ke-73 Kementerian Agama diikiuti ribuan orang.

Ribuan orang yang ikut dalam parade itu tak hanya dari kalangan tokoh agama dan pemuka agama, namun juga diikuti langsung oleh anak-anak, pemuda dan komunitas dari semua agama yang ada di Kabupaten Biak Numfor.

Dalam aksi  yang digelar dalam bentuk  long march itu membawa sejumlah simbol agama itu mengambil star di Halaman Masjid Agung Baiturahman dan finis di Halaman Kantor Kementerian Ahama Biak.

Aksi itu pada dasarnya bertujuan untuk menjalin dan menjaga ikatan persaudaraan antar agama dan penganut kepercayaan di Kabupaten Biak Numfor, dan tentunya juga untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang cinta kepada Indonesia dengan kesadaran Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tetap sebagai landasan berbangsa dan bernegara.

            “Kita wujudkan semua elemen bersatu bahwa berbeda adalah satu kekuatan, kebersamaan, aman dan damai yang sudah terbangun baik selama ini harus kita pertahankan. Tanpa suasana aman dan kebersamaan mustahil kita bisa mengisi pembangunan dengan baik,” papar Staf Ahli Bidang Pemerintahan Abdul Kahar, SE, MM mewakili Plt Bupati melepas parade lintas agama itu.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Biak Numfor Asden J Naiborhu mengatakan bahwa kegiatan yang melibatkan ribuan umat itu bukan hanya sebatas parade namun bagaimana komitmen dalam menjaga kebersamaan,persatuan dari seluruh umat beragama.  Dengan parade ini diharapkan makin meningkatkan kebersamaan antara sesama umat yang sudah terbangun baik selama ini di Kabupaten Biak Numfor.

Sekedar diketahui bahwa Parade diawali dengan pesan moral dari lima tokoh lintas agama. Kelimanya adalah Ketua MUI Biak Numfor Kamaruddin, S.Pd, Ketua Klasis GKI  Biak Selatan Pdt. George Korwa, Romo Antonius Tugiyatno mewakili umat Katholik dan Banthe Badra Prawira dari Budha serta dari Parisada Hindu Dharma I Wayan Jana. Pesan moral yang disampaikan itu pada dasarnya komitmen dalam menjunjung tinggi toleransi umat beragama dan tetap menjaga Kabupaten Biak Numfor sebagai zona damai.(itb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *