Tingkat Buta Huruf di Papua Masih 26 Persen

Elias Wonda. (Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elias Wonda mengatakan bahwa di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Papua maupun pemerintah tingkat kabupaten/kota masih memiliki pekerjaan rumah yang berat dan harus diselesaikan. Dalam hal ini terkait dengan penekanan terhadap angka buta huruf di Papua.

“Memang sebagian besar masyarakat di Papua itu pintar berbahasa Indonesia, namun di sisi lain tidak jarang juga yang belum bisa menulis,” ucap Elias Wonda kepada Cenderawasih Pos, Jumat (30/11) kemarin.

Pernyataan ini didukung data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memaparkan melalui Survey Sosial Ekonomi Nasional tahun 2017, dimana buta huruf di Papua masih 26 persen.

“Di Papua itu hanya fokus pada pendidikan formal saja. Sementara, pendidikan non-formal masih disepelekan. Padahal, salah satu manfaat pendidikan non-formal ialah menuntaskan buta aksara dan   diharapkan setiap masyarakat usai 16 tahun ke atas itu sudah bisa baca tulis,” tambahnya.

Dikatakan, pemerintah mengambil perannya dalam mendukung lembaga pendidikan non formal di Indonesia, tepatnya di Papua. “Ini sudah berjalan, terdapat ratusan lembaga pendidikan non formal yang tersebar. Kegiatan-kegiatan warga belajar dari lembaga pendidikan ini yang harus didukung di mana pun di Papua, sebab, ini membantu mengurangi tingkat buta huruf/aksara di Papua,” pungkasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *