Dinas Peternakan Siap Suplai Daging dan  Telur ke PNG

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Ir. Petrus D Pasereng, M.Si, saat memberikan arahan di sela-sela kunjungannya di Vanimo PNG pada 27 November 2018 .( FOTO : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papau For Cepos)

SENTANI- Sebagai tindak lanjut dari  kunjungan Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH ke beberapa daerah di PNG beberapa waktu lalu, maka Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua pada 27 November 2018 melakukan kunjungan ke Vanimo untuk melakukan kerja sama di bidang peternakan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Ir. Petrus. D Pasereng, M.Si, mengatakan, untuk menuju kepada kemandirian, maka pihaknya perlu pembenahan baik di sektor hulu maupun hilir. Di sektor hulu, pihaknya membenahi perangkat keras, seperti persiapan produksi mulai dari hulu sampai hilir.

“Dulu kita melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada penernak, sehingga mereka bisa memproduksi dengan baik, misalnya bagaimana membuat kandang yang baik, pemilihan bibit yang baik, sampai ke pemasaran. Di sektor hulu, kita persiapkan pasca panen dan pemasarannya dan juga persiapan regulasi yang terkait dengan pemasaran,” ujarnya kepada wartawan di Hotel Horex Sentani, Jumat (30/11).

Menurut Petrus, penyakit hewan yang menular ke manusia yang berbahaya, seperti flu burung, rabies, keguguran pada hewan sapi dan lainnya, pihaknya sudah membebaskan dua penyakit yang berbahaya pada hewan maupun manusia, yaitu flu burung dan rabies.

“Untuk membebaskan penyakit ini, kami bebekerja keras selama lima tahun, karena untuk membebaskan penyakit ini membutuhkan kajian yang sangat mendalam dengan melibatkan para ahli di bidang penyakit hewan. Ke depan kami akan berusaha membebaskan penyakit keguguran sapi dan lainnya,” ucapnya.

Petrus menyampaikan, dari hasil kunjungan ke Vanimo juga dilakukan promosi untuk kerja sama mengirim daging, telur dan anak ayam ke PNG, karena sekarang pihaknya sudah mempunyai produksi telur ayam di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom sebanyak 135 ribu butir telur ayam per hari.

“Saya yakin ini sudah bisa kita bisa ekspor. Sedangkan produksi daging ayam atau ayam beku dari tiga lokasi ini kalau setiap kali panen bisa memperoleh daging ayam sebesar 600-700 Kg per satu kali panen,” jelasnya.

Petrus menyatakan, pihaknya bertemu langsung dengan pemerintahan di sana sekaligus para pegusahanya. Oleh karena itu, direncakan pada 10 Desember 2018 akan mendapatkan kunjungan balasan ke Provinsi Papua di Kota Jayapura untuk melihat secara langsung bagaimana produksi telur dan daging ayam di Provinsi Papua.

“Mereka rencana 10 Desember ke Kota Jayapura untuk membahas lebih lanjut rencana ekspor daging dan telur ke PNG. Mudah-mudahan bisa terwujud untuk kerja sama ini dalam mengekspor telur, daging dan anak ayam ke PNG,” pungkasnya. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *