Warga Diimbau Tidak Palang Bandara Sentani

Petugas keamanan (Avsec) Bandara Sentani saat melakukan pemeriksaan terhadap para calon penumpang di areal masuk ruangan tunggu. Masyarakat diimbau tidak lakukan aksi pemalangan di Bandara Sentani. (FOTO : Yewen/Cepos)

SENTANI- Masih adanya kelompok masyarakat yang mengklaim sebagai pemilik ulayat lokasi Bandara Sentani yang belum dibayarkan dan hendak melakukan demonstrasi sekaligus memalang aktivitas penerbangan di Bandara Sentani, direspon Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon. Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi pemalangan terhadap aktivitas di salah satu bandara terbesar di Papua ini.

“Kita berharap kepada masyarakat untuk sadar akan hukum dan mengerti bahwa lokasi bandara merupakan objek vital yang harus dijaga dan merupakan milik bersama,” ungkapnya kepada wartawan di Mapolres Jayapura, Kamis (29/11).

“Tidak boleh ada aksi pemalangan terhadap objek vital ini,” tambahnya.

Victor mengajak seluruh masyarakat pemilik hak ulayat dan masyarakat yang ada di sekitaran Bandara Sentani untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di wilayah bandara, sehingga penerbangan yang berlangsung setiap harinya bisa berjalan seperti biasanya.

“Kita harus jaga bahwa Sentani ini milik kita bersama dan bukan milik kelompok atau suku tertentu. Tolong sampaikan aspirasinya pada ruang yang telah disediakan. Apabila belum dijawab, maka ada waktu dan proses yang harus dilalui,” tambahnya.

Mengingat tanah di Bandara Sentani ini masih yang menuntut haknya yang belum diselesaikan, maka pihaknya meminta kepada pemerintah untuk membuat tim kerja dengan solusi yang diberikan kepada masyarakat yang masih mengklaim atau menuntut hak-haknya di lokasi bandara tersebut.

“Kita harapkan kepada pemerintah untuk membentuk tim kerja, sehingga bisa mencari solusi dalam penyelesaikan masalah tanah di Bandara Sentani ini,” pungkasnya. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *