Diduga, Hasil Curanmor Disimpan di Pos 7 dan Kampung Harapan

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon didampingi salah satu anggota Polres Jayapura ketika menunjukkan puluhan motor yang berhasil diamankan dari razia yang dilakukan di Pos 7 dan Puspigra di halaman Mapolres Jayapura, Kamis (29/11).(FOTO : Yewen/Cepos)

SENTANI-Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan, daerah Pos 7, Distrik Sentani dan Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur menjadi sasaran atau tempat penyimpanan hasil kejahatan khususnya kasus Pencuriaan Kendaraan Bermotor (Curanmor).

Menurut Victor, dari hasil operasi dan razia yang dilakukan, Rabu (28/11), pihaknya mengamankan puluhan motor yang diduga merupakan hasil Curanmor di Pos 7,  Kampung Sereh, Distrik Sentani dan Puspigra, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.

“30 motor ini kami amankan di daerah Pos 7 dan Puspigra dan sekitarnya. Teryata masih banyak motor yang kami temukan tanpa surat-surat di daerah tersebut,” ungkapnya kepada wartawan di Mapolres Jayapura, Kamis (29/11).

Terkait dengan itu, Kapolres mengindikasi kedua tempat ini sebagai tempat penyimpnan atau penampungan motor hasil curian.

Oleh karena itu, pihaknya agar para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada wilayah ini untuk duduk bersama membicarakan permasalahan tersebut.

Victor menyampaikan, pihaknya akan secara rutin melakukan razia di daerah-daerah yang diduga selama ini menjadi tempat penyimpanan motor hasil Curanmor di wilayah hukum Polres Jayapura.

“Kami akan intensifkan razia  di daerah yang kami duga selama ini menjadi tempat penyimpanan motor curian,” ujarnya.

Victor berharap kepada masyarakat yang hendak membeli motor agar memperhatikan surat-surat kendaraan, sehingga tidak membeli kendaraan yang merupakan hasil Curanmor.

“Kita minta kepada pengendara yang motornya diamankan untuk menunjukkan  surat-suratnya, karena rata-rata mereka katakan suratnya ketinggalan. Kita sudah tegaskan kalau tidak bisa dibuktikan, maka pengguna kendaraan bermotor akan dikenakan pasal 480 KUHP tentang penadah atau penerima barang hasil curian,”tegasnya. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *