Sepak Takraw Harus Sumbangkan Medali di PON

Ketua Umum Pengprov PSTI Papua Elia Laupatty dan Sekum KONI Papua Kenius Kogoya saat memukul tifa sebagai tanda pembukaan Kejurda PSTI 2018 yang belangsung di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Rabu (28/11) .(FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA-Sekertaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, Kenius Kogoya berharap, lewat Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cabang Olaharaga Sepak Takraw yang berlangsung di GOR Cenderawasih Kota Jayapura, 28-30 November ini dapat menghasilkan atlet potensial untuk bisa memberikan prestasi bagi kontingen Papua pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Tanah Papua tahun 2020 mendatang

Kenius berharap, kesempatan sebagai tuan rumah dapat menjadi keuntungan para Cabor termasuk Sepak Takraw untuk bisa menorehkan sejarah bagi Papua dalam ivent olahraga empat tahunan itu.

“Lewat moment ini, sepak takraw harus mengukir prestasi untuk bisa dikenang. Bahwa sepak takraw pernah memperoleh medali emas saat PON ada di Papua. Oleh karena itu, KONI mengharapkan pengurus PSTI Papua benar-benar serius dalam membina atletnya, termasuk lewat kejurda ini,” ungkap Kenius Kogoya kepada Cenderawasih Pos usai membuka Kejurda PSTI 2018, di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Rabu (28/11) sore kemarin.

Bahkan, Kenius meminta kepada PSTI Papua untuk bisa menyumbangkan setidaknya dua medali emas dari enam nomor yang akan dipertandingan.

“Dari enam nomor ini, 3 putra dan 3 putri, kami harapkan paling tidak putranya satu emas dan putrinya satu emas, itu harapkan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengrov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi Papua, Elia Loupatty juga menuturkan, cabang olahraga sepak takraw akan menghiasi kontingen Papua dalam perolehan medali pada PON XX.

Oleh karena itu, lewat Kejurda ini PSTI Papua akan benar-benar melihat potensi atlet dari beberapa pengcab yang mengirimkan atletnya.

“Mungkin kita terbatas jika kita pantau langsung ke daerah-daerah, tetapi lewat Kejurda seperti ini pasti setiap pengcab mengirim atlet terbaiknya. Dan kita bisa lihat potensi mereka di sini,” ujarnya.

Selain itu, Elia juga menjelaskan bahwa Kejurda ini sebagai pembinaan atau mempopulerkan sepak takraw di tanah Papua. Secara khusus, Kejurda ini sebagai ajang pembentukan atlet sepak takraw PON Papua.

Ketua panitia, Ahmad Yamin menerangkan jika Kejurda ini diikuti sebanyak 7 daerah. Yakni, Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Nabire, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Waropen, dan Kota Jayapura.(eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *