Pentas Budaya Hanya untuk Dipertontonkan

Pelaksaan Pentas Seni dan Budaya Gereja Katolik, Paroki Santo Petrus Welssi Dekenat Pegunungan Tengah, Rabu, (28/11).(FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA–Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin menegaskan, pentas budaya bukan untuk melakukan kekerasan atau kejahatan tapi untuk dipertontonkan dan melestarikan budaya yang sudah ada sehingga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas baik secara nasional maupun mancanegara.

Hal ini diungkapkannya di sela –sela Pentas Seni dan Budaya Gereja Katolik, Paroki Santo Petrus Welessi Dekenat Pegunungan Tengah yang diselenggarakan dari 27-29 November. Pentas Seni Budaya ini juga sekaligus dalam rangka HUT Paroki Santo Petrus yang jatuh ada 1 Desember nanti.

“Kami dari kepolisian sangat mendukung masalah kepemudaan, dimana para pemuda dari Gereja Katolik, Paroki Santo Petrus melakukan festival budaya, sebagai pembina Kamtibmas wajib mendukung program ini,”ungkapnya usai berkunjung ke Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (28/11) kemarin.

Ia menegaskan bahwa festival ini hanya untuk dipertontonkan, bukan untuk kegiatan menyerang kampung dan bermusuhan, ini tidak boleh terjadi karena kalau dalam ajaran Alkitab, kasih itu dapat menembus semua perbedaan sehingga wajib untuk saling mengasihi sesama manusia.

“Festival ini jangan dijadikan ajang melakukan satu tindakan kekerasan kepada orang lain, ini yang kita arahkan agar masyarakat bisa mengerti,”jelasnya.

Sedangkan dalam kunjungannya pada Konferensi GIDI di Distrik Bokondidi, Kabupaten Tolikara, Kapolda Papua menekankan jika konfrensi GIDI harus berlangsung aman karena ini adalah pemilihan Presiden GIDI yang merupakan tokoh gereja yang mengayomi ribuan umat GIDI di seluruh Tanah Papua.

“Kita hanya menekankan agar tetap aman dan terkendali, apapun hasilnya harus diterima karena ini merupakan kegiatan gereja dan kepentingannya untuk seluruh umat GIDI di tanah Papua,”harapnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *