Prioritaskan Putra-Putri Daerah Asli Intan Jaya

Aksi Demonstasi yang dilakukan dalam menuntut agar sekiranya Komisioner KPU Intan Jaya merupakan putra-putri daerah asli Intan Jaya, Selasa (27/11) kemarin.( FOTO : GPMP Kabupaten Intan Jaya For Cepos)

JAYAPURA- Gerakan Pelajar Mahasiswa Peduli Kabupaten Intan Jaya Se-Indonesia meminta Timsel KPU Kabupaten Intan Jaya dan KPU Provinsi Papua bisa lebih memprioritaskan putra daerah asli Intan Jaya untuk duduk sebagai komisioner KPU Intan Jaya. Alasannya, di Intan Jaya, tingkat pengangguran itu tinggi, bahkan melebihi masyarakat yang memiliki pekerjaan.

  Demikian, hal ini disampaikan Agustinus Ugipa, penanggungjawab aksi demonstrasi yang dilakukan Gerakan Pelajar Mahasiswa Peduli Kabupaten Intan Jaya Se-Indonesia di Universitas Yapis, tempat di mana Timsel KPU Intan Jaya tengah melaksanakan seleksi komisioner KPU Intan Jaya.

  “ Komisioner KPU Intan Jaya itu haruslah anak asli daerah Intan Jaya. Hal inilah yang diharapkan bagi Timsel KPU Intan Jaya dan KPU Provinsi Papua untuk memperhatikan dengan seksama. Jangan malah sebaliknya, orang-orang yang direkrut menjadi Komisioner KPU Intan Jaya itu dari luar, bukannya putra-putri asli Intan Jaya,” ungkap Agustinus Ugipa, Selasa (27/11) kemarin.

  Selain meminta agar anak asli Intan Jaya menjadi Komisioner KPU Intan Jaya, Gerakan Pelajar Mahasiswa Peduli Kabupaten Intan Jaya Se-Indonesia pun tidak menginginkan orang-orang yang direkrut menjadi komisioner KPU Intan Jaya itu memiliki kepentingan terselubung dalam penyelenggaraan Pemilu di beberapa waktu yang akan datang.

  Hal inilah yang kemudian membuat Timsel pun diwaspadai sehingga mereka tidak memiliki indikasi tertentu dalam melakukan perekrutan komisioner KPU Intan Jaya dengan cara yang tidak transparan. Sebab, pengalaman di beberapa tahun sebelumnya, akibat kepentingan, masyarakat Intan Jaya menjadi korban, sehingga inilah yang tidak diinginkan lagi terjadi.

“Aspirasi yang diterima KPU Papua disebutkan akan disampaikan lagi ke KPU RI, sehingga dalam perekrutan komisioner KPU Intan Jaya, sekiranya putra-putri daerah Intan Jaya itu yang mendapat tempat. Bukannya orang dari luar,” tambahnya.

  Di tempat serupa, Jeri Wamuni, salah satu perwakilan mahasiswa Intan Jaya, menyebutkan bahwa Papua memiliki Otsus, sehingga sekiranya anak-anak asli Papua, dalam hal ini putra daerah Intan Jaya, yang mesti diberdayakan dan diprioritaskan menjadi komisioner KPU Intan Jaya.

“Juga, kllau nanti komisioner yang direkrut ini merupakan orang luar yang tidak mengerti kondisi di daerah dan masyarakat Intan Jaya, ini akan mempengaruhi stabilitas daerah melalui keputusan-keputusan yang dibuat sebagai komisioner KPU Intan Jaya. Makanya, lebih baik yang jadi komisioner itu orang asli Intan Jaya,” pungkas Jeri Wamuni. (gr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *