Melihat Perkembangan Pembangunan Ring Road Hamadi-Vihara

PENYAMBUNGAN RING ROAD- Tampak batas ring road yang sudah ditutup, kemudian kini dilakukan pengerjaan penyambungan lagi sekira 250 meter, untuk tersambung di jalan Vihara-skyline, dengan total panjang 3,5 KM dan diharapkan bisa selesai bulan Desember 2018, Selasa (27/11)kemarin. (FOTO : Priyadi/Cepos)

Dikerjakan Siang Malam, Diharapkan Segera Selesai Untuk Atasi Kemacetan

Untuk menuntaskan pembangunan ring road (jalan lingkar) di Kota Jayapura, yang menghubungkan Hamadi-Vihara Skyline, Pemprov Papua melalui pihak ketiga terus bekerja siang malam. Masih tersisa sekira 250 meter, agar jalan ini bisa terhubung dan dilewati untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Jayapura. Lantas bagaimana proses pengerjaannya saat ini? Berikut pantuan Cenderawasih Pos di lapangan.

Laporan: Priyadi_Jayapura

Selasa (27/11) siang, sekira pukul 10.15 WIT kemarin,  cuaca di Kota Jayapura tidak terlalu menyengat.Mendung yang sedikit tebal, masih menghalangi pancaran  matahari seperti beberapa hari terakhir ini. Namun, hal ini tidak menyurutkan para pekerja yang membangun ring road (jalan lingkar) yang berada di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, menuju vihara –skyline, kelurahan Wahyo, Distrik Abepura.

  Dari pantauan Cenderawasih Pos, untuk masuk ke ring road,  harus minta izin pada petugas yang jaga yang berada di depan pintu utama masuk ring road. Jalan ring road yang sudah terbangun ini memang terasa lebar, apalagi saat berkendara sendiri, mengusik hati  untuk memacu kendaraan, layaknya seorang pembalap,  sampai di ujung jalan ringroad.

   Di ruas jalan ring road ini, pemandangan memang terasa indah.  Di sebelah kanan terpampang perbukitan hijau, sementara di sebelah kiri ring road, terbentang teluk Youtefa yang menjadi icon Kota Jayapura.

   Ada beberapa petugas yang terlihat sibuk bekerja dalam pemasangan cor untuk pemasangan lampu solar sel  untuk penerangan jalan. Dari salah satu pekerja  yang memasang lampu solar sell, bernama Karel, menyebutkan   akan dipasang sebanyak 90 titik  lampu jalan dan tiap titik jaraknya sekira 40 meter.

  Kembali menyusuri ruas jalan ringroad, Cenderawasih Pos tak sabar ingin segera sampai diujung jalan, yang akan di ambung hingga vihara skyline. Nah sesampainya diujung ring road, memang penyambungan ring road terhenti sekira 250 meter menuju vihara skyline yang telah ditutup dengan cor-coran pembatas . Memang di atas ring road tidak ada petugas yang bekerja. Namun, justru di bawahnya banyak sekali camp dan pekerja bangunan yang bekerja dengan menggunakan alat berat seperti bego/eskavator, alat berat perata jalan dan lainnya.

Dari atas ring road terlihat di bawah, ada tiang pancang yang bekerja siang malam untuk melakukan pemancangan dalam penyambungan ring road, termasuk dari atasnya dekat vihara skyline alat berat sudah mulai meratakan tebing untuk bisa dibuat ring road.

  Salah satu penjaga pintu depan ring road, yang enggan dikorankan namanya mengatakan, memang pembangunan ring road kini dikebut siang malam, untuk melakukan penyambungan bentangan jalan  yang belum selesai.

  “Ya kerja penyambungan jalan ring road dikerjakan siang malam, kami pun jaga bergantian, jika pekerjanya masih kerja kami standby di pintu utama untuk berjaga-jaga, namun jika pekerjaanya sudah selesai bekerja, kami jaga di bawah untuk menunggui alat-alat,’’katanya.

  Diakuinya, memang dari sisi pembangunan untuk kendala keamanan selama ini belum ada gangguan yang berat. Sebab, jika ada masyarakat adat ingin melakukan aksi tetap kita larang jangan lakukan di sini, namun kita arahkan langsung ke penanggung jawab, karena tugas penjaga adalah berjaga-jaga jangan sampai ada sesuatu di tempat kerja.

   Dari pantauan lainnya, memang selain membuat ring road, ada bukit yang menjorok ke ring road di sebelah kanan. Bukit ini sudah dilakukan penyemenan, hal ini dilakukan agar material tidak jatuh atau longsor. Dengan demikian, pengendara yang lewat bisa aman.

  Jika dilihat dalam proses pembangunan jika nantinya target bulan Desember harus selesai memang kontraktor harus kerja siang malam, tambah tenaga dan alat, kalau tidak tentu tidak akan tersambung mengingat sekitar 250 meter harus dilakukan penyambungan jalan.

  Jalan ring road sendiri menggunakan dana dari APBD Pemprov Papua, dengan panjang jalan sekitar 3,5 km  dengan lebar sekira 12, 75 meter, dengan pembangunan awal mulai tahun 2013, dan selesai target tahun 2018 akhir.

  Diharapkan pembangunan ruas jalan ring road ini, bisa segera terselesaikan. Apalagi, di Kota Jayapura saat ini, khusunya ruas jalan dari Hamadi-Entrop-Kotaraja ini, kemacetan sudah bukan menjadi hal yang asing lagi. Karena itu, dengan cepat selesainya pembangunan ring road ini, diharapkan bisa mengatasi masalah kemacetan yang akhir-akhir ini mulai banyak dikeluhkan masyarakat Kota Jayapura. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *