BTM Beberkan Inovasi dan Prestasi Pendidikan

BERI MOTIVASI_Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM, saat disambut oleh Kepala  LPMP Provinsi Papua Barat Esau Bleskadit, dalam acara seminar nasional, mengembangkan ketrampilan literasi yang berbudaya, yang digelar Gedung Serba Guna Sirambe, Kota Sorong,Provinsi Papua Barat, Senin (26/11) lalu.(FOTO : BTM for CEPOS)

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM., menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional, mengembangkan ketrampilan literasi yang berbudaya, yang digelar Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua Barat, Senin (26/11)lalu, di Gedung Serba Guna Sirambe, Kota Sorong, dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2018.

   Dala rilis yang diterima Cenderawasih Pos,  saat memaparkan materi Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano,MM, mengajak semua Pemerintah Kabupaten/Kota di Papua dan Papua Barat, khususnya dalam bidang pendidikan harus bisa maju, berkembang, mutu pendidikan harus bagus. Hal ini tentu akan mempengaruhi kecerdasan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya Orang Asli Papua (OAP), agar bisa bersaing dan membangun daerahnya.

    Hal ini, telah dibuktikan Wali Kota Jayapura dalam masa kepemimpinannya dalam membangun Kota Jayapura, yang kini lulusan sudah seratus persen, masalah pendidikan sudah menjadi barometer di papua dan Kota Jayapura menjadi smart city mengungguli daerah lain di luar papua.

  “Inovasi dan prestasi harus kita tularkan kepada daerah lain di Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat, saya sangat berterimakasih bisa menjadi narasumber di sini, dan akan saya sampaikan dengan lengkap inovasi dan prestasi saya, dalam mengembangkan bidang pendidikan di Kota Jayapura,’’ungkapnya dalam acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Sirambe, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke 73 Persatuan Guru Republik Indonesia.

  Wali Kota sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena antusias yang hadir bisa lebih 500 orang, ini menandakan bahwa semangat dalam hal peningkatan dan pelayanan pendidikan di Kota Sorong sangat tinggi.

“Kota Jayapura merupakan barometer pendidikan dan pusat peradaban birokrasi, sehingga berbagai inovasi yang dikembangkan di Kota Jayapura, perlu ditularkan bagi daerah lain, baik di Tanah Papua,’’jelasnya.

   Lanjutnya, untuk  dana sebesar Rp 99 miliar yang diperoleh dari dana Otsus sebesar 30 persen,  kemudian dana insentif daerah serta dana dari pusat, dari dana itu, khusus dialokasikan untuk bidang pendidikan, seperti pembangunan sarana dan prasarana, pembayaran sertifikasi guru yang tepat waktu dan tepat jumlah. Hingga program afirmasi dengan mengirimkan anak-anak Port Numbay untuk melanjutkan studi strata satu di UKSW Salatiga dan luar negeri.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *