Tiga Distrik Dapat Bantuan Alat Produksi Kopi

Denny/ Cepos
Direktur Operasional Bank Papua Ishak Wopari saat menyerahkan bantuan rumah pengeringan kopi kepada Dinas Pertanian Jayawijaya dan akan dilanjutkan kepada masyarakat, di Bank Papua Cabang Wamena, Senin(26/11).

WAMENA- Sebagai perbankan yang sedang berkembang, Bank Papua melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) memberikan bantuan puluhan unit mesin pengolah biji kopi dan rumah pengering biji kepada petani kopi di tiga distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Direktur Operasional Bank Papua, Ishak Wopari mengatakan, Bank Papua memilih tiga distrik yakni Pyramid, Koragi dan Bpiri. Namun ada juga Distrik Wolo yang masuk karena distrik ini distrik tua dan distrik induk dari pemekaran Distrik Koragi dan Bpiri.
“Namun secara kuantitas, teman-teman di Distrik Koragi ini sebenarnya baru mau mulai, apabila dibandingkan dengan Distrik Wollo, distrik induk yang selama ini sudah melakukan penanaman hingga panen kopi,”ungkapnya, Senin (26/11) saat menyerahkan bantuan di Bank Papua.

Kata Ishak , alat ini disiapkan, karena waktunya mereka butuhkan di Distrik Koragi dan Bpiri, alat ini sudah siap untuk mendukung kegiatan panen di sana.
Untuk Distrik Pyramid, ada dua kelompok besar yang akan dibantu, sementara Distrik Koragi dan Bpiri dan Wollo masing-masing satu kelompok.

Secara terpisah, Kepala Divisi UKM dan Komsumer Bank Papua, Kusyanto mengatakan, distrik penerima peralatan pasca panen adalah Distrik Pyramid, Koragi dan Distrik Bpiri. Selain kopi, produk lokal yang menjadi perhatian pihaknya dalam program CSR adalah pengelolaan sagu dan rumput laut.
“Masing-masing 10 unit mesin, kemudian satu paket rumah pengeringan. Rumah pengeringan ini sederhana, tetapi fungsinya kalau itu dilakukan dengan bagus, kualitas kopi yang akan dihasilkan bagus,”jelasnya.

Kusyanto menjelaskan jika dirupiahkan, program CSR untuk peralatan kopi di Jayawijaya tidak besar, namun pihaknya mengharapkan bantuan itu dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perhatian Bank Papua tidak putus pada penyerahan peralatan, sebab akan dilanjutkan pada pelatihan kepada petani.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya Hendri Tetelepta menyampaikan terimakasih kepada Bank Papua yang membantu pemerintah dalam pengembangan pengelolaan kopi Arabika. Pemerintah mengharapkan program CSR ini ditingkatkan lagi untuk pengembangan kopi pada sektor hulu, yaitu pada saat tanam hingga panen.

“Sampai hari ini sektor hulu itu masih dominan pemerintah. Kalau di hilir setelah jadi kopi biji, itu banyak yang berminat. Bukan hanya dari perbankan tapi juga dari TNI/Polri, LSM,” katanya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *