PN Wamena Dapat Dispensasi Untuk Sidangkan Perkara Dengan Hakim Tunggal

Denny/ Cepos
 Imelda Indah , SH

WAMENA–Pengadilan Negeri (PN) kelas II Wamena masih kekurangan hakim pasca dimutasinya Ketua Pengadilan Negeri kelas II Wamena pekan lalu, sehingga Mahkamah Agung RI mengeluarkan dispensasi sidang untuk hakim agar bisa mengawal setiap perkara dengan 1 orang hakim.

Juru bicara PN Kelas II C Wamena yang juga sebagai hakim anggota Imelda Indah, SH menyatakan, pasca dimutasinya ketua pengadilan, saat ini PN Wamena hanya miliki 3 hakim yakni Wakil Ketua PN, Roberto Naibaho SH dan dua hakim anggota yakni Ottow Siagian, SH dan ia sendiri.

“Kami sudah memberitahukan masalah ini kepada Mahkamah Agung dan responnya mengerluarkan surat tentang disensasi sidang dengan hakim tunggal, sebenarnya minimal itu kalau dalam KUHP sidang itu harus majelis, namun kami mendapat dispensasi itu,”ungkapnya Senin (26/11).

Berhubung hakim tinggal 3 orang dan perkara sudah lebih dari 100, kata Imelda, untuk efektifnya perlu diberikan dispensasi satu perkara satu hakim, sehingga persidangan perkara ini bisa berjalan.

Menurutnya, pihaknya masih menunggu kedatangan hakim yang baru, namun untuk PN Wamena sedang dipersiapkan seperti itu, sehingga untuk perkara makar yang melibatkan WNI Polandia ini harus dipending pelimpahannya ke pengadilan.
“Kami dari PN Wamena belum bisa menentukan kapan akan dilimpahkan perkara ini, karena kita harus berkoordinasi ke Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung terlebih dahulu,”jelasnya.

Ia memastikan, sebelum masa penahanan selesai pasti sudah ada kepastian untuk dilakukan penyerahan dan persidangan, karena untuk penahanan itu, pihaknya tidak bisa menegosiasikan karena semua ada dalam KUHP.
“Melihat penahanan yang dilakukan kejaksaan itu masih panjang sekitar 30 hari, artinya masih lewat di bulan Desember ini,”tuturnya.

Imelda menambahkan , untuk jumlah hakim ideal untuk pengadilan Negeri Kelas II C Wamena minimal 6 orang, karena kelas pengadilan ditentukan berdasarkan perkara yang ditangani pertahun.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *