Persik Kediri Tundukan Persitoli 2-0

Pelatih Persitoli Tolikara Issan Sambur saat memberikan arahan arahan kepada para pemainnya saat menghadapi Persiter Ternate pada babak pendahuluan II Liga III di Stadion Mandala Jayapura. Rabu (10/10).(FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA- Perjalanan tim sepakbola Persitoli Tolikara kurang berjalan mulus pada babak 32 besar nasional Liga III grup G. Pada laga perdana, Persitoli Tolikara harus menyerah dengan skor 2-0 dari tuan rumah Persik Kediri, yang berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur, Senin (26/11).

Pelatih Kepala Persitoli, Issan Sambur mengatakan, pemainnya sudah bermian bagus. Namun dirinya sangat menyayangkan sikap dari kepemimpinan wasit yang dinilai berat sebelah dalam memimpin jalannya pertandingan.

“Pemain sudah bermain bagus, hanya saja memang lagi-lagi faktor wasit yang berat ke tuan rumah,” ungkap Issan kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi melalui telepon selulernya usai pertadingan.

Issan mengatakan, secara permainan, Persitoli berhasil mengimbangi tuan rumah pada babak pertama. Namun sayang, di babak kedua, pemainnya kehilangan konsentrasi sehingga terjadi dua gol dari Persik Kediri.

“Babak pertama permainan imbang, jual beli serang terjadi. Tapi kedua tim belum memasukkan gol sehingga turun minum skor masih 0-0. Babak kedua lini pertahanan kami hilang konsentrasi sehingga terjadi gol pertama tuan rumah di menit 72 dan 86,” ujarnya.

Kekalahan ini, belum menutup perjalanan Persitoli Tolikara untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Sebab, mereka masih menyisakan dua pertandingan. Atau masih ada enam poin yang akan mereka perebutkan, saat menghadapi PSN Ngada (29/11) dan Persekam Metro FC (2/12).

Oleh karena itu, Issan menuturkan akan menatap dua laga sisa ini sebagai laga final bagi Persitoli Tolikara. Dirinya akan berusaha untuk meraih dua kemenangan ini.

Issan juga mengakui, jika ada beberapa evaluasi dari pertandingan ini yang akan diterapkan pada dua pertandingan berikutnya.

“Saya akan fokus benahi pada sisi tengah dan bek sayap yang masih kurang komunikasi dengan baik, sehingga tidak banyak membuat kesalahan dalam pertandingan berikutnya,”tutup Issan. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *