Mantan Kadis PUPR Akhirnya Ditahan

Elfira/Cepos
DITAHAN: Mantan Kadis PUPR Provinsi Papua DjM didampingi Penyidik Unit II Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua berjalan menuju ruang penyidik sebelum dimasukan ke dalam tahanan Mapolda Papua, Senin (26/11).

JAYAPURA-Tujuh hari dibantarkan sejak Senin (19/11) lalu lantaran jatuh sakit dan harus dirawat di RS Bhayangkara, mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua berinisial DjM akhirnya ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua, Senin (26/11).

DjM yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan terminal penumpang tipe B, Kabupaten Nabire tahun anggaran 2016, tiba di Mapolda Papua mengenakan kameja putih dan topi, serta menutupi wajah dengan masker.
Setelah dinyatakan sehat oleh tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara, Penyidik Unit II Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua menjemput DJM menggunakan mobil Toyota Avanza putih. Setiba di Mapolda Papua, tak sepatah katapun keluar dari mulut DjM. Ia langsung memasuki ruangan penyidik didampingi kuasa hukumnya untuk memastikan kondisi kesehatannya, sebelum ‘menginap’ di Ruang Tahanan Mapolda Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menuturkan, DjM dinyatakan sehat oleh dokter setelah diperiksa di RS Bhayangkara Jayapura, Senin (26/11) sekira pukul 15.00 WIT. Oleh sebab itu, tersangka akan dilakukan penahanan di Rutan Polda Papua. “Jika berkasnya sudah dinyatakan P21, maka akan segera kita serahkan ke Kejaksaan,” ucap Kamal kepada wartawan.

Diketahui, tiga tersangka lainnya yakni YYY, SR dan JAS telah dilakukan penahanan terlebih dahulu, Senin (19/11) lalu, atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan terminal penumpang tipe B, Kabupaten Nabire tahun anggaran 2016 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,7 miliar dari nilai proyek sebesar Rp 8,2 miliar.

“DjM saat itu sempat dibantarkan penahanannya, karena saat akan dimasukkan ke ruang tahanan, tensi dan gula darahnya naik sehingga membuatnya harus dirawat di RS Bhayangkara,” jelas Kamal.

Terhadap proses hukum selanjutnya menurut Kamal, Penyidik Diterskrimsus sudah memenuhi P19 dari Kejaksaan dan sudah mengirimkan kembali berkas perkara kepada Kejati Papua. Saat ini prosesnya tinggal menunggu tahap II yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti, setelah berkas perkaranya dinyatakan P21 (lengkap) oleh Jaksa.
(fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *