Kasus Laka Tunggal di Pelabuhan Jayapura Masih Diselidiki

PELABUHAN: Polres Jayapura Kota masih melakukan penyelidikan terkait laka tunggal yang menewaskan satu keluarga di Pelabuhan Jayapura, Sabtu (25/11) malam. Tampak aktivitas di Pelabuhan Jayapura, Minggu (11/11) lalu.   (FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Kasus kecelakaan tunggal mobil Toyota Avanza DS 1552 AZ yang menewaskan Bripka Indra Gunawan Wibisono bersama isteri Asty (34) dan dua anaknya di ujung dermaga Peti Kemas, Pelabuhan Laut Jayapura, Sabtu (24/11) malam, masih dalam penyelidikan Polres Jayapura Kota.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

 “Kami masih lakukan penyelidikan dan sementara sudah  ada lima saksi yang kami mintai keterangannya,” ucap Gustav Urbinas yang ditemui wartawan usai memimpin serah terima jabatan Kasat Lantas Polres Jayapura Kota di Mapolres Jayapura Kota, Senin (26/11).

Kasus tewasnya satu keluarga usai mobil yang dikendarainya masuk laut menurut Gustav menjadi atensi untuk ditindak lanjuti, sehingga bisa  mengetahui sebab-sebab ataupun kronologogis yang pasti mengenai bagaimana sampai korban bisa berada di area tersebut.

Dikatakan, terkait dengan kondisi mobil yang penyok, Gustav menyebutkan saat dilakukan proses evakuasi mobil dari dalam laut, terkena benturan.

“Dugaan sementara kasus ini akibat kelalaian dari pengendara. Namun untuk sebab kecelakaan dan hal lainnya,  kita perlu dalami. Mulai dari  mobil tersebut masuk ke dalam lokasi, tujuannya untuk apa dan sampai ada di dalam areal dan  pergeseran hingga terjadinya  kecelakaan,” tuturnya.

Ditambahkan, pihaknya perlu memintai keterangan dari saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut.  Terkait dengan prosedur SOP yang ada di areal bongkar muat.

Sementara Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Papua, AKBP Muhammad Syafei menyebutkan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan.

Korban menurutnya baru enam bulan tugas di BNNP Papua bagian Opsna, yang mana sebelumnya bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua.

“Almarhum loyalitasnya bagus, dan hari Jumat beliau  masih sempat  ketemu dengan saya di Kantor. Sehingga itu waktu dengar kabar tersebut saya kaget,” ungkap Syafii. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *